Liburan akhir tahun baru saja usai, dan banyak orang kini merasakan beban berat saat harus kembali ke rutinitas kerja. Fenomena ini dikenal sebagai post-holiday blues atau post-vacation syndrome, di mana perasaan santai dan bahagia selama liburan tiba-tiba berganti dengan stres, malas, lelah, hingga sulit fokus.
Menurut psikolog, kondisi ini wajar terjadi karena transisi mendadak dari mode relaks ke tuntutan pekerjaan yang menumpuk. Gejala post-holiday blues biasanya mencakup rasa cemas menghadapi tumpukan tugas, gangguan pola tidur, mudah lelah, dan penurunan motivasi. Namun, jangan khawatir.
Dengan beberapa tips sederhana, Anda bisa kembali semangat dan produktif tanpa stres berlebih. Berikut 10 tips praktis yang dikumpulkan dari berbagai sumber psikologi dan pengalaman banyak pekerja:
1. Siapkan “Buffer Day” Sebelum Kembali Bekerja
Jangan langsung masuk kerja keesokan hari setelah pulang liburan. Sisihkan satu hari untuk istirahat di rumah, unpacking, dan menyesuaikan diri. Ini membantu tubuh dan pikiran beradaptasi secara bertahap.
2. Atur Kembali Pola Tidur Secara Bertahap
Selama liburan, pola tidur sering kacau. Mulailah tidur lebih awal 15-30 menit setiap malam sebelum hari pertama kerja. Hindari begadang untuk mengembalikan ritme biologis tubuh.
3. Mulai dengan Tugas Ringan dan Prioritaskan
Di hari pertama, jangan langsung kerjakan tugas berat. Buat daftar to-do list, selesaikan yang mudah atau mendesak terlebih dahulu. Ini membangun momentum positif tanpa merasa overwhelmed.
4. Lakukan Olahraga Ringan dan Aktivitas Fisik
Jogging pagi, jalan kaki, atau yoga bisa melepaskan endorfin (hormon bahagia) dan mengurangi hormon stres. Bahkan 15-30 menit saja sudah cukup untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.
5. Luangkan Waktu untuk “Me Time” di Pagi Hari
Bangun lebih awal untuk meditasi, peregangan, minum teh/kopi sambil santai, atau berdoa. Ini menciptakan transisi lembut dari mode liburan ke mode kerja.
6. Bagikan Cerita Liburan dengan Teman atau Rekan Kerja
Ceritakan pengalaman seru liburan Anda kepada keluarga, teman, atau rekan kantor. Melihat foto-foto liburan lagi bisa memperpanjang rasa bahagia dan mengurangi rasa kehilangan.
7. Rencanakan Aktivitas Menyenangkan di Depan
Jadwalkan hal-hal yang dinanti, seperti makan malam dengan teman, nonton film, atau bahkan liburan kecil berikutnya. Ini memberikan sesuatu untuk ditunggu-tunggu dan menjaga semangat.
8. Jaga Pola Makan Sehat dan Istirahat Cukup
Hindari junk food pasca-liburan. Konsumsi makanan bergizi dan minum air putih cukup untuk mengembalikan energi. Ambil istirahat singkat setiap 1-2 jam kerja untuk menghindari burnout.
9. Tetap Positif dan Akui Perasaan Anda
Sadari bahwa rasa malas ini sementara. Ingatkan diri bahwa kerja juga membawa manfaat, seperti penghasilan untuk liburan berikutnya. Praktik gratitude dengan mencatat hal-hal yang disyukuri setiap hari.
10. Hindari Membandingkan dengan Liburan
Fokus pada saat ini. Jika perlu, kurangi scrolling media sosial yang penuh postingan liburan orang lain untuk sementara.
Dengan menerapkan tips-tips ini, post-holiday blues biasanya hilang dalam beberapa hari hingga seminggu. Jika gejala berlangsung lama dan mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan psikolog untuk dukungan lebih lanjut. Ingat, liburan adalah untuk recharge baterai – gunakan energi itu untuk memulai tahun baru dengan lebih produktif dan bahagia!

