Pembalap LCR Honda, Johann Zarco, akhirnya membagikan kisah mengerikan yang dialaminya dalam kecelakaan karambol di MotoGP Catalunya 2026, Minggu lalu. Zarco mengaku sempat “menjerit kesakitan” saat tubuhnya terseret, bahkan ia mengutuk keputusannya sendiri yang memaksakan diri untuk ikut serta dalam balapan ulang (restart).
Balapan di Sirkuit Barcelona akhir pekan lalu memang berjalan penuh drama dan diselimuti awan kelam. Baru saja dimulai, bendera merah (red flag) langsung berkibar akibat tabrakan hebat antara Alex Marquez (Gresini) dan Pedro Acosta. Marquez bahkan harus dilarikan ke rumah sakit dan langsung menjalani operasi malam itu juga, meski kini ia sudah diperbolehkan pulang.
Petaka di Tikungan 1: Kaki Terjepit dan Terbakar
Bukannya membaik, drama justru berlanjut saat balapan kembali dimulai. Di Tikungan 1, Johann Zarco terlibat kecelakaan berantai bersama Luca Marini dan Pecco Bagnaia. Momen mengerikan terjadi ketika kaki Zarco tersangkut di motor Ducati milik Bagnaia saat mereka terlempar ke area gravel trap.
“Saya tersedot oleh motor Marini dan tidak punya waktu untuk menghindar,” kenang Zarco dalam wawancara eksklusif bersama media Prancis, L’Equipe.
“Saya berguling bersama motornya, dan kaki kiri saya terjepit di antara roda, jok, dan knalpot.”
Zarco menggambarkan situasi di gravel saat itu benar-benar seperti mimpi buruk.
“Saya terjebak di tumpukan kerikil, menjerit kesakitan karena kaki saya mulai terasa terbakar. Orang-orang yang berlari menghampiri saya justru takut untuk menyentuh saya, karena khawatir akan memperparah cedera. Akhirnya saya menarik paksa kaki saya sendiri, baru mereka membantu.”
“Mereka membuat saya tidak bisa bergerak, merobek baju balap saya, dan langsung memasang infus untuk meredakan nyeri… Saya belum pernah mengalami hal semer someki ini seumur hidup. Itu benar-benar mengerikan,” tambah Zarco. Beruntung, setelah sempat dilarikan ke rumah sakit, Zarco kini sudah pulang untuk memulai masa pemulihan tanpa cedera fatal.
Penyesalan Mendalam: “Mental Saya Sudah Hancur”
Sebelum kecelakaan horor itu terjadi, Zarco sebenarnya sudah terkena imbas dari insiden pertama antara Marquez dan Acosta. Kakinya sempat terhantam hingga memar dan membiru.
Pembalap asal Prancis ini mengaku bahwa secara psikologis, ia sudah tidak siap untuk balapan lagi setelah melihat kecelakaan mengerikan Alex Marquez di depan matanya.
“Kaki saya sebenarnya sudah bengkak dan berwarna ungu,” aku Zarco. “Kami mengompresnya dengan es, dan rasa sakitnya sedikit berkurang. Di momen itulah harusnya saya mengambil keputusan untuk mundur dari balapan.”
“Melihat tayangan ulang kecelakaan Alex ditambah hantaman di kaki saya sendiri benar-benar meruntuhkan mental saya. Saya sudah tidak fokus (in the zone) lagi saat kami harus berbaris lagi di grid.”
Zarco pun menutup ceritanya dengan penyesalan mendalam: “Saya sangat marah pada diri saya sendiri karena tetap memaksakan ikut start kedua itu.”
Setelah balapan dihentikan untuk kedua kalinya, drama Catalunya akhirnya dimenangkan oleh pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio. Namun, kecelakaan mengerikan yang menimpa Zarco dan pembalap lainnya menyisakan perdebatan besar di jagat MotoGP mengenai kelayakan penyelenggara yang tetap melanjutkan balapan setelah dua insiden besar berturut-turut.