Seluruh pendaki yang sebelumnya terjebak di Ranu Kumbolo akibat erupsi Gunung Semeru telah berhasil dievakuasi dengan selamat ke Ranu Pani. Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, memastikan enam anggota tim Kemenparekraf yang sedang melakukan shooting turut dievakuasi.
“Pada saat tersebut telah terdapat 137 pengunjung yang telah menuju Ranu Kumbolo hingga kloter terakhir tiba di Ranu Kumbolo pada sekitar Pukul 17.00 WIB. Selain pendaki terdapat petugas, pemandu, porter dan tim kemenpar, sehingga total yang di Ranu Kumbolo berjumlah 187 Orang,” kata Rudijanta, Kamis (20/11).
Evakuasi tidak dapat dilakukan pada malam hari karena kondisi gelap, licin, dan jalur rawan longsor, sehingga baru dilanjutkan keesokan harinya. Sebelumnya, TNBTS melaporkan ada 178 pendaki yang terjebak, terdiri dari pendaki umum, petugas, porter, PPGST, dan tim Kemenparekraf.
“Rombongan pendaki mulai turun Ke Ranu Pani Pada Hari Kamis pukul 07.30 WIB hingga rombongan terakhir pukul 09.30 WIB. Hingga pukul 13.30 sudah tercatat telah 66 orang pendaki yang sudah sampai di Ranu Pani dan rombongan terakhir tercatat berada di antara pos 3 dan 2,” pungkasnya.
Warga sekitar juga diminta menghindari daerah aliran sungai karena potensi banjir lahar setelah erupsi. Sementara itu, pendakian Gunung Semeru, termasuk jalur Ranu Kumbolo, resmi ditutup mulai 19 November 2025 setelah status aktivitas gunung meningkat hingga level IV (Awas). Pendaki yang sudah membeli tiket dapat melakukan penjadwalan ulang sesuai mekanisme yang akan diumumkan pihak TNBTS.
Gunung Semeru mengalami erupsi pukul 14.13 WIB hingga pukul 18.11 WIB, Rabu (19/11), dengan Amplitudo Maksimum 45 mm, durasi 14.283 detik dengan luncuran lebih dari 14 km mengarah ke Tenggara Selatan (Besuk Kobokan).
Tingkat Aktivitas Gunung Semeru saat ini berada di Level IV atau Awas. Pada pukul 19.56 WIB getaran banjir sudah tidak terekam. Erupsi berakhir namun status Awas tetap diberlakukan.
