MOJOKERTO – Musibah tanah longsor yang terjadi di jalur Pacet–Cangar, Mojokerto, pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 11.27 WIB, menewaskan 10 orang yang tengah melakukan perjalanan mudik menjelang Lebaran.
Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua kendaraan yang mereka tumpangi tertimbun longsor dan terperosok ke dalam jurang.
Korban tewas merupakan dua keluarga yang menumpang dua mobil berbeda, yakni Toyota Innova Reborn dan pikap Gran Max. Innova membawa tujuh penumpang termasuk sopir, sementara Gran Max mengangkut tiga orang, salah satunya seorang balita.
Kedua kendaraan tersebut ikut terseret material longsor hingga masuk ke jurang di sisi kiri jalur Pacet-Cangar. Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Yoni Fariza, mengungkapkan bahwa mobil Innova sebenarnya telah ditemukan sejak Kamis sore dalam kondisi terbalik di dasar jurang sedalam 100 meter.
“Kesulitannya tadi kondisi mobil ini terbalik, tertimpa 2 batu besar dan 1 pohon besar,” jelasnya kepada wartawan di lokasi, Jumat (4/4/2025).
Tim SAR gabungan harus bekerja ekstra keras membongkar bodi kendaraan karena enam penumpang terjepit di dalam mobil yang ringsek. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 11.00 WIB.
Sayang, ketika ditemukan seluruh penumpang sudah dalam kondisi tak bernyawa.
“Posisi semuanya masih di dalam mobil. Kondisinya terjepit bodi mobil karena posisi mobil terbalik, roda di atas,” terang Yoni.
Kepala Kantor SAR Surabaya yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, Nanang Sigit, mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah ditemukan. Tujuh orang merupakan penumpang minibus, sementara tiga lainnya berasal dari mobil pikap.
“Dari jumlah tersebut, tujuh korban adalah penumpang mobil minibus, sedangkan tiga korban lainnya merupakan penumpang jenis pikap,” kata Nanang di Surabaya.
Proses pencarian sempat berlangsung intens sejak pagi. Pada pukul 09.30 WIB, ditemukan satu korban belum teridentifikasi. Sembilan menit kemudian, balita berusia 3,5 tahun bernama Mikaila, penumpang pikap, berhasil dievakuasi. Menyusul kemudian dua korban perempuan, hingga akhirnya seluruh korban dievakuasi dari lokasi kejadian.
Sebanyak enam jenazah dari mobil minibus dibawa ke RS Hasta Brata, Kota Batu, sedangkan empat korban lainnya, yakni tiga dari mobil pikap dan satu dari minibus, dibawa ke RSUD Sumberglagah, Pacet, untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim.
Korban meninggal dalam peristiwa ini di antaranya Masjid Zatmo Setio, Rani Anggraeni (28), Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), Putri Qiana Ramadhani (2), H. Wahyudi (71), Hj. Jainah (61), dan Saudah (70). Mereka berasal dari Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
Adapun tiga korban lainnya adalah satu keluarga dari Kecamatan Trawas, Mojokerto. Mereka adalah Mikaila F.Z (3,5), Ahmad Fiki Muzaki (28), dan Fitria Handayani (27).
Setelah proses identifikasi rampung, seluruh korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Pada pukul 12.00 WIB, Tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Hingga saat ini seluruh korban telah teridentifikasi,” ujar Nanang Sigit.
Rekaman video dari salah satu kamera dasbor mobil yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik longsor terjadi.
Hujan deras mengguyur lokasi sebelum akhirnya tebing di sisi kanan jalan runtuh dan menutup seluruh badan jalan. Video lainnya menunjukkan tim gabungan langsung bergerak cepat menangani kejadian.
Upaya pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas, BPBD dari beberapa kota dan kabupaten, Dinas PU, Kepolisian, TNI, PMI, Tagana, dan relawan SAR dari Malang hingga warga sekitar.