JAKARTA – Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Minggu (23/11/2025), menegaskan kembali komitmen negaranya untuk merumuskan ulang pendekatan terhadap Afrika. Ia menekankan bahwa Prancis mendukung kemitraan saling menguntungkan yang menghormati kepentingan semua pihak, bukan lagi memandang Afrika semata sebagai sumber bahan mentah.
Pernyataan itu disampaikan setelah Macron bertemu Presiden Gabon Brice Oligui Nguema di Libreville dalam rangkaian kunjungan ke Afrika. Sejak pidatonya di Burkina Faso pada 2017, Macron konsisten menyuarakan perlunya membangun kembali hubungan Prancis–Afrika dalam bentuk kemitraan yang setara dan memberi manfaat dua arah.
“Afrika tidak bisa lagi menjadi benua yang sekadar dieksploitasi sumber dayanya,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya model kerja sama baru di sektor energi dan pembangunan infrastruktur, sebagaimana dilansir dari Anadolu, Senin (24/11/2025).
Macron juga memuji proses transisi politik di Gabon, menyebut kudeta 2023 yang membawa Nguema berkuasa sebagai titik balik sejarah politik negara itu. “Anda membuka era baru yang berbasis pada pembaruan, inklusivitas, dan keberagaman opini—nilai-nilai yang juga kami junjung. Karena itu, Prancis sejak awal mendukung proses transisi,” katanya.
Bidang keamanan tetap menjadi pilar utama hubungan kedua negara. Macron menegaskan kemitraan pertahanan telah ditata ulang, dengan Prancis mendukung kebutuhan militer Gabon melalui pelatihan, program bersama, latihan gabungan, dan kerja sama peralatan.
Kerja sama Pertahanan dengan Prancis
Nguema memperbarui kerja sama pertahanan dengan Prancis setelah berkuasa. Selain itu, Badan Pembangunan Prancis turut terlibat dalam renovasi Jalur Kereta Api Trans-Gabon yang dianggap vital bagi perekonomian dan mobilitas warga.
Nguema menyebut kunjungan Macron sebagai cerminan keinginan kedua negara memulai babak baru, membangun kerja sama berbasis kepercayaan, dialog, dan kesetaraan. Ia menambahkan, Gabon kini tengah menjalankan transformasi ekonomi ambisius dengan fokus pada pengelolaan sumber daya dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Kunjungan Macron ke Gabon bertujuan “memperkuat dan memperbarui” kemitraan bilateral, dua tahun setelah tergulingnya Presiden Ali Bongo. Tur Afrika Macron kali ini dimulai di Mauritius dan Afrika Selatan, dengan agenda berikutnya ke Angola pada Senin.
