Makan coklat khususnya dark chocolate (coklat hitam dengan kandungan kakao minimal 70%), bisa membantu mengurangi stres dan bahkan overthinking (pikiran berputar-putar yang berlebihan) secara sementara dan ringan.
Efek ini didukung oleh berbagai penelitian ilmiah, meskipun bukan solusi instan atau pengganti terapi profesional. Dark chocolate kaya akan flavonoid (senyawa antioksidan alami), theobromine, magnesium, dan sedikit kafein serta phenylethylamine (PEA).
1. Menurunkan hormon stres seperti kortisol
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi dark chocolate (sekitar 40–50 gram/hari selama 2 minggu) dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres utama) dan epinephrine (adrenalin).
Misalnya, penelitian dari Nestlé Research Center (2009) menemukan bahwa orang yang stres tinggi mengalami penurunan hormon stres setelah makan dark chocolate rutin. Studi lain pada mahasiswa kedokteran (2014) juga menunjukkan skor stres yang dirasakan turun signifikan, terutama pada wanita.
2. Meningkatkan mood dan relaksasi otak
Flavonoid meningkatkan aliran darah ke otak, mengurangi peradangan, dan memicu pelepasan endorfin serta serotonin (hormon bahagia).
Penelitian dari Loma Linda University (2018) menemukan bahwa dark chocolate 70% kakao meningkatkan gelombang otak gamma (berkaitan dengan fokus, memori, dan mindfulness), yang membantu mengurangi kecemasan dan stres dalam 30–120 menit setelah makan.
3. Efek anti-kecemasan dan anti-inflamasi
Flavonoid juga mengikat reseptor GABA (seperti obat penenang alami) dan mengurangi stres oksidatif, yang sering memperburuk kecemasan. Studi terbaru (2025) bahkan menunjukkan dark chocolate mengurangi kecemasan dan nyeri prosedural pada pasien medis, serta memengaruhi respons HPA axis (sistem stres tubuh).
Tips Agar Maksimal Manfaatnya
- Pilih dark chocolate 70% kakao atau lebih (semakin tinggi, semakin banyak flavonoid dan semakin sedikit gula).
- Konsumsi 30–50 gram/hari (sekitar 1–2 potong sedang)—jangan berlebihan karena kalori tinggi dan bisa mengganggu tidur jika malam hari.
- Nikmati mindfully: Makan perlahan sambil fokus pada rasa, aroma, dan tekstur—ini menambah efek relaksasi seperti mindfulness.
- Hindari jika Anda sensitif kafein/theobromine, punya migrain, atau diabetes (konsultasi dokter dulu).
