JAKARTA – Spekulasi seputar masa depan Lewis Hamilton pada Formula 1 terus mencuat, menyusul awal yang kurang memuaskan bersama Ferrari. Namun, dukungan datanga dari sosok yang pernah merasakan pahitnya meninggalkan tim Kuda Jingkrak sebelum musim berakhir; Arturo Merzario.
Merzario, pembalap Italia yang tampil pada 59 Grand Prix selama sembilan tahun kariernya, sempat membela Ferrari pada era 1970-an. Namun, hubungannya dengan tim berakhir lebih awal karena konflik internal, termasuk ketegangan dengan Enzo Ferrari dan rekan setim Jacky Ickx.
“Pada tahun 1973, saya memutuskan untuk meninggalkan tim,” ujar Merzario kepada Gazzetta dello Sport. “Ketika saya berhasil membebaskan Mauro Forghieri dari masalah, hidup terasa sangat sulit bagi saya. Jadi, saya membuat keputusan sebelum menghadapi beberapa balapan terakhir.”
Kini, Merzario menilai Hamilton berada dalam situasi yang tidak jauh berbeda, setelah kepindahannya yang penuh sorotan ke Ferrari tak kunjung membuahkan hasil.
Namun, ia tetap optimistis. “Ini belum berakhir,” tegas Merzario. “Ia hanya menunggu kesempatan yang tepat. Ia hanya akan mengambil risiko jika diperlukan, bukan untuk posisi kedelapan. Juga karena, jika ia ingin pergi, ia akan mencari tim lain. Hamilton telah menunjukkan kemampuannya. Ini bukan situasi Charles Leclerc: Charles masih harus membuktikan bahwa ia adalah seorang juara.”
Hamilton dan Ferrari, dua nama besar dalam sejarah F1, sejauh ini belum menunjukkan sinergi yang diharapkan publik. Merzario bahkan menilai bahwa kepindahan sang juara dunia tujuh kali lebih bersifat bisnis daripada strategi olahraga.
“Menurut saya, kedatangan Hamilton di Maranello adalah operasi komersial,” katanya. “90% orang dalam Ferrari tidak setuju, setidaknya sejauh yang saya ketahui. Dan kemudian, ketika seorang pembalap tidak merasa dihargai atau menjadi bagian integral dari kelompok untuk mencapai tujuan, ia kehilangan motivasi. Mengapa harus bersusah payah untuk mendapatkan tiga persepuluh detik sementara masih berada di baris ketiga?”
Pernyataan Hamilton usai Grand Prix Hungaria, saat ia menyebut dirinya “tidak berguna”, juga turut menjadi perhatian Merzario.
“Saya pikir luapan emosinya ironis dalam beberapa hal,” ujarnya. “Tentu saja posisinya tidak seperti yang bisa dibayangkan oleh seorang juara dunia tujuh kali. Sebaliknya, menurut saya Lewis merasa ‘dihancurkan’ oleh Ferrari.”
