Gelombang eksodus di tubuh Red Bull Racing kembali memakan korban besar. Secara mengejutkan, Gianpiero Lambiase, sosok insinyur balap yang menjadi “otak” di balik kesuksesan empat gelar juara dunia Max Verstappen, resmi mengumumkan kepindahannya ke rival bebuyutan mereka, McLaren, mulai tahun 2028.
Namun, di balik kabar pahit bagi penggemar Red Bull ini, terselip sebuah cerita yang menyentuh. Ternyata, Verstappen sendiri yang “mengusir” Lambiase untuk menerima tawaran tersebut demi masa depan keluarganya.
“Kamu Bodoh Jika Tidak Mengambilnya”
Berbicara dalam acara Viaplay di Amsterdam, Kamis malam (16/4/2026), Verstappen mengungkapkan bahwa Lambiase sempat bimbang dan meminta saran kepadanya sebelum menandatangani kontrak dengan McLaren yang kabarnya bernilai fantastis.
“Dia memberi tahu saya tawaran seperti apa yang ia terima. Saya langsung bilang: ‘Kamu bodoh kalau sampai tidak mengambilnya,'” ungkap Verstappen kepada Viaplay.
Bagi Verstappen, pencapaian mereka berdua di Red Bull sudah mencapai puncaknya. Ia merasa tidak berhak menghalangi karier sahabatnya itu, apalagi tawaran tersebut memberikan jaminan keamanan finansial yang luar biasa bagi keluarga Lambiase.
Hengkangnya Lambiase menambah panjang daftar tokoh kunci yang meninggalkan “kapal” Red Bull. Sebelumnya, tim ini telah kehilangan desainer legendaris Adrian Newey, Direktur Olahraga Jonathan Wheatley, hingga ahli strategi Will Courtenay. Semuanya memilih berlabuh di tim rival.
Kondisi ini memicu spekulasi panas: Apakah Verstappen akan ikut pergi? Sang juara dunia tersebut sempat melontarkan ancaman akan mundur dari F1 di akhir musim ini karena rasa tidak puasnya terhadap regulasi baru yang akan datang.
Jos Verstappen: “Kami Sudah Tahu Sejak Lama”
Senada dengan sang anak, Jos Verstappen mengungkapkan bahwa keputusan ini tidak mengejutkan mereka. Mereka justru memberikan dukungan penuh agar Lambiase “meraih peluang tersebut dengan kedua tangan.”
“Kami sudah tahu rencana ini sejak lama. Kami masih punya waktu sekitar satu setengah hingga dua tahun lagi untuk bekerja dengannya sebelum dia pindah. Sekarang, semua bergantung pada Red Bull untuk mencari pengganti yang sepadan,” ujar Jos kepada RaceXpress.
Meski situasi tim sedang gojang-ganjing, Jos memberikan sedikit harapan bagi para penggemar Verstappen. Ia mengisyaratkan bahwa anaknya kemungkinan besar akan tetap membalap, meskipun peta kekuatan F1 telah berubah drastis.
“Segala sesuatunya telah berubah, terutama setelah empat gelar juara dunia. Keputusan akhir ada di tangan Max, tapi saya pikir dia akan terus berlanjut,” tutup Jos.