JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kemerdekaan yang telah diraih dengan susah payah.
Dalam pidatonya pada Upacara HUT ke-80 Republik Indonesia di Masjid Jami At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (17/8/2025), Megawati mengutip pesan bersejarah dari sang ayah, Presiden Soekarno, tentang tantangan besar yang dihadapi bangsa pasca-kemerdekaan.
“Akhirnya saya ingin mengingatkan seperti pesan Bung Karno perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,” ujar Megawati, menegaskan bahwa perjuangan melawan ancaman dari dalam negeri jauh lebih kompleks dibandingkan melawan penjajah asing.
Ancaman Kolonialisme Gaya Baru
Megawati menyoroti bahwa tantangan bangsa saat ini bukan lagi kolonialisme fisik, melainkan kolonialisme modern yang merasuki berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebijakan ekonomi hingga budaya.
“Tantangan ini sekarang bukan lagi kolonialisme fisik, tapi kolonialisme gaya baru yang menyusup dalam kebijakan dalam ekonomi bahkan budaya kita,” sambungnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap pengaruh asing yang dapat menggerus identitas dan kedaulatan bangsa. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperjuangkan keadilan sosial dan memelihara persatuan demi menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.
Ajakan Menjaga Persatuan Bangsa
Dalam amanatnya, Megawati menekankan pentingnya merawat semangat kebersamaan untuk memperkuat fondasi bangsa.
“Mari kita jaga kemerdekaan yang kita rebut dengan penuh susah payah ini, kita rawat persatuan bangsa dan kita perjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya
Upacara HUT ke-80 RI di Jakarta Selatan ini menjadi momentum bagi Megawati untuk mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal fisik, tetapi juga menjaga integritas bangsa dari ancaman internal dan eksternal.
Ia juga mengenang pengalamannya sebagai anggota Paskibraka pada 1963, menambah sentuhan personal dalam pidatonya yang penuh makna.
Relevansi di Tengah Dinamika Politik
Pernyataan Megawati ini menggema di tengah dinamika politik nasional yang kian kompleks. Dengan pengalaman panjang sebagai pemimpin dan Presiden ke-5 RI, ia menggarisbawahi bahwa persatuan adalah kunci menghadapi tantangan zaman, termasuk polarisasi di kalangan masyarakat sendiri. Pidatonya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, meskipun beberapa mantan presiden seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo hadir di upacara resmi di Istana Merdeka, sementara Megawati memilih memperingati HUT RI bersama masyarakat di Jakarta Selatan.