JAKARTA – Setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan serta musyawarah mufakat, Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada pada Senin (26/1/2026).
Thomas Djiwandono akan menggantikan Deputi Gubernur BI sebelumnya, Juda Agung, yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada 13 Januari 2026.
Namun, siapakah sosok Thomas Djiwandono? Berikut latar belakang pendidikan dan rekam jejak kariernya.
Latar Belakang Pendidikan
Thomas Djiwandono memiliki latar belakang pendidikan di Sekolah Menengah Kanisius Menteng. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan sarjana di bidang studi sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada periode 1990–1995. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan pascasarjana di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University, Amerika Serikat.
Perjalanan Karier
Pada awal kariernya, Thomas Djiwandono berkecimpung di dunia jurnalistik di sejumlah media. Pada 1993, ia menjadi wartawan magang di Majalah Tempo, kemudian pada 1994 menjalani posisi serupa di Indonesia Business Weekly.
Pada 1996, Thomas Djiwandono meninggalkan dunia jurnalistik dan beralih ke sektor keuangan sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong. Jabatan tersebut diembannya hingga 1998.
Setelah itu, ia menjajaki karier di bidang bisnis. Pada 2004, Thomas mulai berkiprah di Comexindo Internasional dengan menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis hingga 2008. Ia kemudian dipercaya menjadi Deputi CEO pada periode 2008–2009, sebelum akhirnya menjabat sebagai CEO sepanjang 2010–2024. Selain itu, Thomas juga mengemban posisi Deputi CEO di Arsari Group sejak 2011 hingga 2024.
Selanjutnya, melalui Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2024, Presiden Joko Widodo melantik Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juli 2024. Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono kembali dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Perjalanan di Dunia Politik
Selain berkiprah di bidang jurnalistik, keuangan, dan bisnis, Thomas Djiwandono juga aktif di dunia politik. Ia merupakan kader Partai Gerindra dan saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum partai tersebut.
Pada Pemilihan Presiden 2014, ketika Partai Gerindra mengusung pasangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa, peran Thomas Djiwandono dinilai sangat penting dalam Koalisi Merah Putih (KMP), khususnya terkait kebutuhan logistik. Ia dikenal serius dan disiplin dalam mencatat serta mengelola aktivitas keuangan partai.
Berkat kinerjanya tersebut, Partai Gerindra memperoleh reputasi positif dengan meraih peringkat terbaik sebagai partai politik dengan laporan keuangan paling transparan. Partai Gerindra juga menerima penghargaan dari Transparency International Indonesia dan Indonesia Corruption Watch.
