JAKARTA – Pemerintah memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu melalui upacara pemakaman militer yang berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai inspektur upacara sekaligus pemimpin Apel Persada.
Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 11.40 WIB dan berlangsung dengan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama puluhan tahun di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun pemerintahan.
Dalam Apel Persada, Sjafrie menyampaikan penghormatan resmi negara kepada almarhum yang pernah mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari perwira tinggi TNI Angkatan Darat hingga Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
“Saya Menteri Pertahanan Republik Indonesia atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa dan raga dan jasa-jasa almarhum,” ujar Sjafrie saat memimpin Apel Persada di TMP Kalibata.
Suasana haru menyelimuti area pemakaman ketika peti jenazah diturunkan ke liang lahat. Prosesi berlangsung dengan tata upacara militer yang sarat makna, menandai penghormatan terakhir negara kepada seorang prajurit yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pertahanan dan keamanan Indonesia.
Dihadiri Pimpinan TNI, Polri, dan Tokoh Nasional
Pemakaman Ryamizard menjadi momen yang mempertemukan sejumlah pejabat tinggi negara, pimpinan TNI-Polri, serta tokoh nasional. Kehadiran mereka mencerminkan besarnya penghormatan terhadap sosok yang dikenal memiliki perjalanan panjang dalam dunia militer Indonesia.
Tampak hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak.
Selain itu, hadir pula Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Mohamad Tonny Harjono, Panglima Komando Pasukan Khusus Letjen TNI Djon Afriandi, dan Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI Angkatan Darat Letjen Iwan Setiawan.
Sejumlah pejabat sipil juga turut memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn) Lodewijk F. Paulus, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.
Kehadiran para pejabat lintas institusi tersebut menunjukkan besarnya penghargaan terhadap kontribusi Ryamizard dalam menjaga stabilitas nasional selama masa pengabdiannya.
Akhir Pengabdian Seorang Jenderal
Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 76 tahun pada Minggu (31/5/2026) sore. Ia mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Kepergian Ryamizard menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit yang telah melewati berbagai fase penting dalam sejarah TNI. Karier militernya dikenal cemerlang dan mencapai puncak ketika dipercaya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada masa pemerintahan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Selama bertugas di lingkungan TNI AD, Ryamizard dikenal sebagai figur yang tegas, memiliki pengalaman tempur yang luas, serta aktif dalam berbagai operasi militer di sejumlah wilayah Indonesia. Kepemimpinannya turut membentuk arah kebijakan dan modernisasi organisasi Angkatan Darat pada masanya.
Dari KSAD hingga Menteri Pertahanan
Setelah menuntaskan pengabdian di lingkungan militer, Ryamizard kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban jabatan strategis di pemerintahan sipil. Pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019.
Penunjukan tersebut kala itu menjadi perhatian publik karena Ryamizard merupakan salah satu tokoh militer senior yang dinilai memiliki pengalaman luas dalam bidang pertahanan dan keamanan nasional.
Saat memperkenalkan susunan kabinetnya, Presiden Joko Widodo menggambarkan Ryamizard sebagai sosok militer yang memiliki pandangan demokratis sekaligus visioner. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan Indonesia di tengah dinamika kawasan dan perkembangan geopolitik global.
Selama menjabat Menhan, Ryamizard terlibat dalam berbagai kebijakan strategis terkait penguatan sistem pertahanan negara, pembangunan kekuatan militer, hingga peningkatan kerja sama pertahanan dengan berbagai negara sahabat.
Penghormatan Terakhir untuk Putra Terbaik Bangsa
Pemakaman militer di TMP Kalibata menjadi simbol penghormatan negara atas jasa dan pengabdian Ryamizard Ryacudu kepada bangsa dan negara. Sebagai seorang jenderal, mantan KSAD, dan mantan Menteri Pertahanan, almarhum meninggalkan jejak panjang dalam sejarah pertahanan Indonesia.
Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi perpisahan bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan institusi negara kepada seorang prajurit yang telah mengabdikan hidupnya bagi Tanah Air.
Dengan diturunkannya jenazah ke peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan, bangsa Indonesia resmi melepas salah satu tokoh pertahanan yang selama puluhan tahun berada di garis depan pengabdian untuk negara.