BOGOR – Menkopolhukam Hadi Tjahjanto meresmikan Museum Nasional Penanggulangan Terorisme bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Museum ini menyajikan berbagai informasi dan pesan-pesan penting terkait kejadian terorisme dari tahun 1948 hingga 2020.
Dalam sambutannya, Hadi Tjahjanto menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat memahami dampak buruk dari terorisme. “Harapan kami, generasi muda bisa melihat betapa teroris itu sangat menyengsarakan. Edukasi ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di negeri Pancasila yang sangat kita cintai ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Hadi Tjahjanto juga meresmikan Paguyuban Anti-Teroris Indonesia (PATI). Organisasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap BNPT, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme. “Kami juga memberikan pin emas kepada anggota paguyuban yang telah berkontribusi positif bagi kemajuan BNPT,” tambahnya.
Menkopolhukam turut mengapresiasi BNPT atas upaya luar biasa dalam menanggulangi terorisme sejak tahun 2020 hingga 2024. Prestasi BNPT yang mencolok adalah keberhasilan mencapai “Zero Terorist Attack” pada tahun 2023 dan memastikan Pemilu 2024 berlangsung aman dan bebas dari aksi terorisme.
“Keberhasilan ini tak lepas dari implementasi konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media,” jelas Hadi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa menurunnya angka terorisme bukan berarti Indonesia sudah sepenuhnya bebas dari ancaman tersebut. Data IKAHUB BNPT dan penelitian Setara Institute pada tahun 2023 menunjukkan adanya peningkatan proses radikalisasi di kalangan perempuan, anak, dan remaja.
“Ini menjadi perhatian kita semua dan pekerjaan rumah dalam mewujudkan misi Indonesia Emas 2045. Kedamaian adalah pondasi kemajuan. Tanpa rasa aman, segala upaya membangun bangsa tidak akan mencapai hasil maksimal. BNPT harus terus waspada mencegah potensi terorisme yang ada,” tutupnya.