TEHERAN, IRAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyindir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait rencana relokasi penduduk Gaza yang telah menjadi pusat perhatian. Trump mengusulkan untuk memindahkan warga Gaza ke Mesir dan Yordania, sebuah langkah yang ia klaim bertujuan untuk memfasilitasi rekonstruksi kawasan Gaza yang sebagian besar rusak akibat perang.
Araghchi memberikan tanggapan tajam atas rencana tersebut. Ia menyarankan, alih-alih mengusir warga Palestina dari Gaza, Trump lebih baik mempertimbangkan untuk memindahkan warga Israel ke Greenland. “Saran saya adalah sesuatu yang lain. Ketimbang warga Palestina, cobalah usir warga Israel, bawa mereka ke Greenland sehingga bisa membunuh dua burung dengan satu batu,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan Sky News pada 29 Januari 2025.
Lebih lanjut, Araghchi menyebutkan bahwa meski kelompok yang didukung Iran, seperti Hizbullah dan Hamas, mengalami kerugian besar dalam pertempuran melawan Israel, mereka tetap bertahan dan berusaha untuk bangkit kembali. “Hamas dan Hizbullah mengalami kerugian. Tapi mereka membangun lagi diri mereka. Ini adalah sebuah ide, tujuan, dan cita-cita yang akan selalu ada,” tegasnya.
Rencana Trump untuk memindahkan penduduk Gaza ke negara tetangga, Mesir dan Yordania, mendapat penolakan keras dari kedua negara. Kedua negara tersebut menegaskan bahwa warga Gaza memiliki hak untuk tinggal di tanah air mereka, dan tidak boleh dipaksa untuk meninggalkan kawasan tersebut.
Selain itu, Trump juga menyuarakan niatnya untuk merebut Greenland dari Denmark, mengklaim wilayah tersebut sangat vital untuk keamanan nasional AS, dengan menyebutkan bahwa AS sudah memiliki pangkalan udara di sana.