JAKARTA – Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar menegaskan bahwa Turkiye telah memperlihatkan sikapnya terhadap Israel tidak hanya melalui pernyataan politik, tetapi juga dengan menjatuhkan sanksi diplomatik dan ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan Saar dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjarto, di Budapest. Dalam kesempatan tersebut, Saar juga menegaskan bahwa Israel “tidak akan bekerja sama sama sekali” dengan UNRWA dan menolak putusan Mahkamah Internasional (ICJ) meskipun terdapat perintah dari lembaga tersebut.
Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan keterlibatan Turkiye dalam pasukan militer internasional di Gaza, Saar menilai Ankara di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah memperjelas sikapnya.
“Turkiye, di bawah kepemimpinan Erdogan, telah menunjukkan sikapnya terhadap Israel tidak hanya dengan pernyataan negatif tetapi juga dengan sanksi diplomatik dan ekonomi terhadap Israel,” ujar Saar, dilansir dari Anadolu, Selasa (28/10/2025).
Saar juga mengkritik Otoritas Palestina (PA) yang menurutnya tetap memberikan bayaran kepada warga Palestina yang dibebaskan berdasarkan perjanjian tertentu. Ia menuding Uni Eropa menutup mata terhadap praktik tersebut dan justru terus memberikan dukungan kepada PA.
Terkait situasi di Gaza, Saar menegaskan bahwa penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut akan bergantung pada perlucutan senjata Hamas. Ia menambahkan, penarikan dapat dilakukan setelah Israel memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian yang berlaku.
Menyinggung RUU aneksasi Tepi Barat yang baru-baru ini diajukan ke parlemen Israel, Saar menegaskan bahwa rancangan tersebut berasal dari pihak oposisi dan menganggap pengajuan itu “tidak bijaksana dan tidak bertanggung jawab,” terutama karena dilakukan bersamaan dengan kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Israel.
Saar menegaskan pemerintah tidak akan mendukung langkah tersebut.
Ia menegaskan, “rancangan undang-undang tentang aneksasi Tepi Barat oleh Israel tidak akan disetujui oleh Parlemen.”
Dalam kunjungannya ke Hongaria, Saar membawa delegasi perdagangan terbesar Israel hingga saat ini, yang terdiri dari para pengusaha. Delegasi tersebut dijadwalkan bertemu dengan mitra bisnis mereka di Hongaria dan mengadakan lebih dari 150 pertemuan bisnis untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.