JAKARTA – Manchester United (MU) kembali menunjukkan denyut kebangkitannya di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick setelah menundukkan Fulham 3-2 dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Inggris.
Hasil laga ini menjadi sebuah kemenangan yang dinilai sarat makna dan mencerminkan kekuatan mental tim di momen krusial musim ini.
Kemenangan ini menandai tiga hasil positif beruntun Manchester United bersama Carrick, diawali kontribusi gol Casemiro dan Matheus Cunha sebelum Fulham sempat membalikkan tekanan lewat penalti Raul Jimenez serta tembakan keras Kevin yang mengecoh kiper Senne Lammens.
Atmosfer Old Trafford kembali bergemuruh ketika Benjamin Sesko muncul sebagai pahlawan lewat gol penentu hasil akhir 3-2, memanfaatkan umpan silang kapten Bruno Fernandes pada fase akhir laga yang sarat ketegangan.
“Kami tahu pertandingan ini akan sangat sulit karena Fulham tim yang bagus. Para pemain menunjukkan mentalitas hebat untuk kembali unggul,” kata Carrick dikutip dari laman resmi Manchester United, Senin.
Carrick menilai suasana Old Trafford memiliki peran penting dalam membangkitkan semangat tim, terutama saat laga memasuki menit-menit akhir yang menuntut fokus dan keberanian ekstra.
“Gol kemenangan pada menit akhir di depan Stretford End adalah perasaan yang luar biasa. Momen seperti itu yang membuat sepak bola begitu istimewa,” ujarnya.
Pelatih asal Inggris tersebut juga menyoroti peran Casemiro yang kembali mencetak gol penting dan dinilainya memberi pengaruh besar di dalam maupun luar lapangan sejak dirinya mengambil alih kursi pelatih interim.
“Dia sangat termotivasi dan ingin menutup musim dengan kuat. Hari ini dia tampil luar biasa,” katanya.
Selain Casemiro, Carrick memberikan perhatian khusus pada perkembangan Matheus Cunha yang dinilai terus menunjukkan grafik peningkatan performa seiring bertambahnya kepercayaan diri.
“Dia punya kualitas besar dan terus menunjukkan peningkatan. Ini langkah penting baginya,” ujar Carrick.
Meski mencatatkan tiga kemenangan beruntun, Carrick menegaskan Manchester United memilih tetap membumi dan tidak larut dalam euforia, dengan fokus menjaga konsistensi permainan pada laga-laga berikutnya.
“Ketika menang dengan cara seperti itu, rasanya lebih dari sekadar tiga poin. Itu menyebar ke semua orang di klub,” pungkasnya.***