JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak jamaah Hidayatullah menggerakkan petani milenial menuju swasembada.
Gerakan ini diharapkan jadi motor utama mewujudkan kedaulatan pangan lewat pemberdayaan generasi muda tani.
Amran menilai sektor pertanian harus menjadi poros ekonomi bangsa sekaligus kunci kemandirian pangan nasional.
“Saya lahir dari keluarga miskin, tapi saya tidak mau mati dalam keadaan miskin,” ujar Mentan Amran dalam Munas VI Hidayatullah 2025, Selasa.
Ia menekankan Indonesia punya potensi besar jadi kekuatan dunia di sektor pangan berkat sumber daya melimpah.
“Kalau 1.000 kader Hidayatullah bergerak, Indonesia akan menjadi super power pangan,” kata Amran bersemangat.
Mentan mengingatkan pentingnya moral dan kejujuran serta mengajak umat Islam jadi penggerak solusi bangsa.
“Kita ini orang hebat, harus mampu membangun kemandirian,” ujar Amran sambil menegaskan sikap pengabdiannya.
Ia juga mengajak jamaah Hidayatullah mendukung hilirisasi komoditas strategis seperti kopi, tebu, dan kakao.
Program ini menargetkan lahan 800 ribu hektare dengan dana tambahan Rp9,95 triliun untuk peningkatan produksi.
“Kalau Bapak dipercaya dan kami diberi anggaran, kami akan berikan untuk umat,” ujar Amran menjelaskan.
Selain itu, ia menyinggung misi kemanusiaan Indonesia yang telah kirim 10.000 ton beras ke Palestina.
“Kita siapkan lahan untuk bantu pangan Palestina, pasti bisa,” tambahnya dengan nada optimistis dan tegas.
Amran juga mengungkap filosofi hidupnya melalui tiga tingkat keyakinan: ilmu, ainul, dan haqqul yakin.
“Ayo buat perubahan besar di republik ini, mulai dari pertanian,” seru Mentan menutup arahannya inspiratif.
Ketua Umum Hidayatullah Nashirul Haq menyambut ajakan itu dengan program cetak sawah di Kalimantan Timur.
Ia menargetkan lahir 1.000 petani milenial yang siap mengelola lahan produktif dengan teknologi pertanian.
“Insya Allah ini akan menjadi gerakan besar,” ujarnya optimistis melihat masa depan pertanian modern.
Nashirul menegaskan pentingnya edukasi dan pendampingan agar petani muda memiliki etos kerja mandiri.
“Bantuan tanpa edukasi tidak akan mengubah mindset,” tegasnya sambil menyoroti pentingnya kesadaran tani.
Ia yakin di bawah Presiden Prabowo dan Mentan Amran, kedaulatan pangan bisa benar-benar diwujudkan.
“Hidayatullah siap berjuang bersama Kementerian Pertanian untuk Indonesia adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.***