Era “tahun efisiensi” di Meta tampaknya belum benar-benar berakhir. Raksasa teknologi ini berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 8.000 stafnya pada akhir Mei mendatang. Berdasarkan laporan Reuters, pemangkasan ini hanyalah gelombang pertama, dengan potensi PHK tambahan di paruh kedua tahun 2026.
Internal perusahaan menyebut bahwa laju pengurangan karyawan di masa depan akan sangat bergantung pada seberapa cepat Kecerdasan Buatan (AI) berkembang untuk mengambil alih tugas-tugas manusia.
Realitas Pahit di Balik Reality Labs
Unit Reality Labs, yang selama ini menjadi kebanggaan Zuckerberg untuk membangun Metaverse, justru menjadi beban terberat. Divisi ini mencatatkan kerugian operasional yang mengerikan, mencapai $19,2 miliar (sekitar Rp310 triliun) sepanjang tahun 2025.
Meskipun Zuckerberg memprediksi 2026 akan menjadi puncak kerugian sebelum akhirnya membaik, Meta kini lebih memilih fokus mengembangkan kacamata pintar (smart glasses) dan perangkat AI yang bisa dikenakan, daripada terus membakar uang di headset VR yang pasarnya masih lesu.
Pivot Besar: Uang Mengalir ke AI
Langkah PHK ini bukan sekadar upaya penghematan, melainkan restrukturisasi besar-besaran. Meta berencana menghemat hingga $10 miliar per tahun dari gaji karyawan untuk dialihkan ke proyek ambisius: Meta Superintelligence Labs.
Pada November 2025, Meta telah mengumumkan investasi gila-gilaan senilai $600 miliar (sekitar Rp9.700 triliun) untuk infrastruktur teknologi AI. Strategi ini menunjukkan bahwa Zuckerberg lebih percaya pada masa depan algoritma pintar daripada mempertahankan jumlah staf yang besar.
Siapa Saja yang Terdampak?
Gelombang PHK Mei ini diprediksi akan menyasar berbagai lini, mulai dari rekrutmen, penjualan, operasi global, hingga divisi media sosial inti seperti Facebook. Pemberitahuan resmi di California bahkan sudah mencatat penghapusan posisi di kampus Meta Burlingame dan Sunnyvale.
Jika rencana ini berjalan sepenuhnya, 2026 akan tercatat sebagai tahun dengan pengurangan tenaga kerja terbesar kedua dalam sejarah Meta, menyusul pemangkasan 21.000 karyawan pada periode 2022-2023 silam. Di tengah persaingan teknologi yang kian ketat, Meta tampaknya sedang bertaruh segalanya demi memenangkan perlombaan kecerdasan buatan.