JAKARTA – Saat demam, banyak orang memilih minum air es karena sensasinya yang menyegarkan di tengah tubuh yang terasa panas. Sensasi dingin yang langsung terasa di tenggorokan sering dianggap mampu meredakan panas dari dalam. Namun, di sisi lain, masih ada anggapan bahwa minum air es justru bisa memperburuk kondisi. Lalu, bagaimana fakta sebenarnya?
Sensasi Dingin yang Tidak Menurunkan Suhu Tubuh
Minum air es memang memberikan efek sejuk secara instan. Ketika cairan dingin masuk ke dalam tubuh, rasa panas yang dirasakan seolah berkurang. Namun, efek ini hanya bersifat sementara dan tidak benar-benar menurunkan suhu inti tubuh.
Tubuh manusia memiliki sistem pengatur suhu alami yang disebut termoregulasi. Saat tubuh menerima sesuatu yang terlalu dingin, sistem ini akan bekerja menyeimbangkan kembali suhu agar tetap stabil. Artinya, tubuh justru bisa memproduksi panas tambahan untuk menyesuaikan kondisi tersebut. Inilah yang membuat sensasi segar dari air es tidak bertahan lama.
Reaksi Tubuh yang Berbeda-beda
Minum air es saat demam tidak selalu berbahaya, tetapi respons tubuh setiap orang bisa berbeda. Pada sebagian orang, air dingin dapat memicu reaksi seperti menggigil, terutama ketika tubuh sedang berusaha melawan infeksi.
Selain itu, air es juga berpotensi menyebabkan iritasi ringan pada tenggorokan, terutama jika kondisi tubuh sedang sensitif. Pada beberapa kasus, minuman dingin dapat membuat lendir di saluran pernapasan terasa lebih kental sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti tenggorokan terasa berat atau hidung tersumbat.
Meski demikian, tidak semua orang mengalami efek tersebut. Ada juga yang tetap merasa nyaman mengonsumsi air dingin tanpa mengalami keluhan tambahan.
Pentingnya Menjaga Hidrasi Saat Demam
Hal yang paling penting saat demam bukanlah suhu minuman, melainkan kecukupan cairan dalam tubuh. Ketika demam, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Jika kondisi disertai muntah atau diare, risiko dehidrasi bisa meningkat.
Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan cairan menjadi langkah utama dalam membantu proses pemulihan. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik, baik dalam kondisi dingin, hangat, maupun suhu ruang, selama tubuh bisa menerimanya dengan baik.
Selain air putih, minuman lain seperti oralit atau minuman elektrolit juga dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Ini terutama penting jika tubuh mengalami kehilangan cairan dalam jumlah cukup banyak.
Mengapa Air Hangat Lebih Dianjurkan?
Meskipun air es tidak sepenuhnya dilarang, banyak tenaga medis menyarankan untuk memilih minuman bersuhu hangat saat demam. Air hangat cenderung lebih mudah diterima tubuh dan tidak memicu respons tambahan seperti menggigil.
Selain itu, minuman hangat juga dapat memberikan efek menenangkan pada tenggorokan. Uap hangat yang dihasilkan bahkan bisa membantu melegakan saluran pernapasan, sehingga terasa lebih nyaman, terutama jika demam disertai gejala flu atau batuk.
Pilihan minuman hangat yang umum dikonsumsi antara lain teh herbal, air jahe, atau sup hangat. Selain membantu hidrasi, minuman ini juga memberikan rasa nyaman bagi tubuh yang sedang tidak fit.
Meluruskan Mitos yang Beredar
Masih banyak anggapan di masyarakat bahwa minum air es dapat menyebabkan demam semakin parah. Faktanya, demam bukan disebabkan oleh suhu minuman, melainkan respons tubuh terhadap infeksi, baik itu virus maupun bakteri.
Air es sendiri tidak secara langsung meningkatkan suhu tubuh atau memperparah infeksi. Namun, jika tubuh menunjukkan reaksi tidak nyaman setelah mengonsumsinya, sebaiknya pilihan minuman disesuaikan.
Karena itu, penting untuk membedakan antara mitos dan fakta. Air dingin bukan penyebab utama memburuknya demam, tetapi juga bukan pilihan yang selalu ideal untuk semua orang.
Menyesuaikan dengan Kondisi Tubuh
Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap suhu makanan dan minuman. Dalam kondisi demam, tubuh cenderung lebih sensitif, sehingga penting untuk memperhatikan respons yang muncul setelah mengonsumsi sesuatu.
Jika minum air es membuat tubuh terasa lebih nyaman tanpa menimbulkan efek samping, maka tidak menjadi masalah untuk dikonsumsi. Namun, jika justru menimbulkan menggigil atau ketidaknyamanan di tenggorokan, sebaiknya beralih ke minuman bersuhu hangat atau suhu ruang.
Selain itu, penting juga untuk tetap beristirahat cukup dan menjaga asupan nutrisi agar tubuh memiliki energi untuk melawan infeksi. (ACH)