Para pemimpin Jepang dan Korea Selatan mencuri perhatian dengan aksi diplomasi tak lazim pada hari pertama perundingan mereka di Jepang. Perdana menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korsel Lee Jae Myung menggelar sesi bermain drum dadakan—memainkan hit K-Pop dalam pertunjukan yang meriah, keras, dan penuh simbol persahabatan.
Keduanya menanggalkan setelan resmi dan mengenakan tracksuit biru senada, lalu menghentak panggung dengan lagu-lagu papan atas Korea Selatan. Mereka membawakan “Dynamite” dari BTS serta “Golden”, lagu dari film blockbuster Netflix KPop Demon Hunters yang baru saja meraih Best Original Song di Golden Globes. Aksi itu dimainkan di atas perangkat drum enam bagian buatan Pearl, produsen drum ternama asal Jepang.
Bagi Lee, momen tersebut terasa istimewa. “Hari ini saya mewujudkan mimpi seumur hidup. Bermain drum adalah impian saya sejak kecil,” ujarnya kepada Takaichi, sebagaimana dikutip pemerintah Korea Selatan.
Kecintaan Takaichi pada drum bukan hal baru. Ia mengungkapkan bahwa ide kejutan ini muncul setelah Lee bercerita di KTT Asia-Pacific Economic Cooperation tahun lalu bahwa bermain drum adalah impiannya.
Lee mengakui ritmenya tak mudah diikuti, namun menulis di X bahwa ia berharap Jepang dan Korea Selatan bisa semakin dekat, “seperti kami saling menghormati perbedaan dan menyelaraskan ritme satu sama lain.”
Diplomasi Pragmatis dengan Nada Baru
Pertemuan ini merupakan yang ketiga bagi kedua pemimpin sejak Takaichi dilantik pada Oktober 2025 sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang. Mereka bertemu di Nara, Jepang tengah, membahas isu-isu strategis mulai dari rantai pasok industri, kecerdasan buatan, denuklirisasi Semenanjung Korea, hingga kerja sama dengan Amerika Serikat.
“Kami sepakat bahwa kerja sama Korea–Jepang dan Korea–AS–Jepang sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan, di tengah dinamika internasional yang cepat berubah,” kata Lee dalam pernyataan bersama.
Hubungan bilateral kedua negara memang menunjukkan tren menghangat dalam beberapa tahun terakhir, seiring fokus pada kepentingan ekonomi dan keamanan—meski bayang-bayang sejarah penjajahan Jepang di awal abad ke-20 masih membekas. Sejak menjabat Juni lalu, Lee mengambil pendekatan lebih pragmatis dan pada Agustus menegaskan Jepang sebagai “mitra yang tak tergantikan”.
Tukar Hadiah, Tukar Ritme
“Diplomasi stik drum” juga diwarnai pertukaran hadiah. Takaichi memberikan sepasang stik drum berukir nama Lee. Lee membalas dengan stik drum berhias lacquerware, set drum merek Korea Markers, serta hadiah personal lain—termasuk perangkat makan berlapis pernis untuk suami Takaichi dan Samsung Galaxy Watch Ultra untuk memantau kesehatan.
Lee dikenal gemar memberi hadiah bermakna kepada pemimpin dunia. Tahun lalu, ia menghadiahkan mahkota emas replika kepada Presiden AS Donald Trump, terinspirasi dari kerajaan Silla kuno, serta papan kayu permainan Go kepada Presiden China Xi Jinping.
