Kejutan besar datang dari industri penerbangan Asia Tenggara. Mulai besok, Rabu (1/7/2026), anak perusahaan AirAsia Group, yakni Indonesia AirAsia, secara resmi menghentikan total seluruh layanan penerbangan langsung (direct flight) untuk rute gemuk Jakarta–Singapura (PP).
Melansir laporan Channel News Asia, penerbangan dengan nomor lambung QZ 264 (dari Jakarta) dan QZ 265 (dari Singapura) pada Selasa (30/6/2026) hari ini menjadi penerbangan langsung terakhir maskapai tersebut. Mulai saat ini, kode penerbangan untuk rute langsung tersebut telah dihapus dari sistem status penerbangan dan tidak lagi bisa dipesan di situs resmi maskapai.
Strategi Baru: Wajib Transit via Kuala Lumpur (Fly-Thru)
Meskipun rute penerbangan langsung dihapus, AirAsia menegaskan bahwa mereka tidak sepenuhnya meninggalkan penumpang di rute tersebut. Konektivitas antara Jakarta/Bali menuju Singapura kini dialihkan menggunakan skema transit.
Penumpang dari Jakarta maupun Bali menuju Singapura akan dialihkan melalui skema Fly-Thru dengan transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Operasional penerbangan transit ini sepenuhnya akan diambil alih oleh unit AirAsia induk (Malaysia), bukan lagi oleh armada Indonesia AirAsia. Sejumlah penumpang terdampak dilaporkan telah menerima notifikasi pengalihan rute ini.
Analis: Indonesia AirAsia Hengkang dari Singapura Setelah 17 Tahun
Analis penerbangan terkemuka, Brendan Sobie, lewat unggahannya di LinkedIn menyebutkan bahwa keputusan penghentian dua layanan penerbangan langsung (Jakarta-Singapura dan Bali-Singapura) ini bersifat permanen.
Langkah ekstrem ini menandai momen bersejarah di mana Indonesia AirAsia secara resmi angkat kaki dari pasar Singapura setelah sukses mengudara di negara singa tersebut selama 17 tahun lamanya.
Alasan Efisiensi dan Optimalisasi Jaringan Bisnis
CEO AirAsia Group, Bo Lingam, membeberkan bahwa langkah penutupan rute ini diambil demi menyehatkan neraca bisnis perusahaan melalui strategi optimalisasi jaringan makro.
Ia menambahkan bahwa manajemen terus memantau pergerakan pasar dengan cermat. Pembatalan atau penangguhan rute secara berkala terpaksa dilakukan demi mendukung keberlanjutan jaringan jangka panjang perusahaan.
Bagi seluruh calon penumpang yang terdampak oleh kebijakan mendadak ini, pihak AirAsia berjanji akan segera mengirimkan notifikasi resmi serta menyediakan berbagai opsi pemulihan layanan (refund atau reroute) guna mengatur ulang rencana perjalanan mereka.