JAKARTA – Kevin De Bruyne, gelandang bintang Belgia, membuka pengalamannya menghadapi momen unik: kembali ke Manchester City, namun kali ini mengenakan jersey Napoli.
Ia mengaku hal ini akan menjadi pengalaman yang ‘aneh’ baginya.
Pernyataan tersebut diungkapkan De Bruyne saat berbicara kepada media menjelang laga kualifikasi Piala Dunia Grup J melawan Kazakhstan di Brussels, Senin (8/9).
“Main melawan City di Manchester bersama Napoli akan terasa aneh. City adalah klub saya, dan itu tidak akan berubah,” tegasnya melalui laman Football Italia pada Sabtu lalu.
Gelandang berusia 34 tahun ini meninggalkan Manchester City setelah kontraknya habis di akhir musim lalu.
Kini, ia resmi menjadi bagian Napoli, yang akan bertandang ke Etihad Stadium pada 18 September untuk laga pembuka Grup Liga Champions.
Pengalaman Beradaptasi di Napoli
De Bruyne menuturkan pengalamannya bermain di Serie A bersama Napoli di bawah arahan pelatih Antonio Conte berbeda dari gaya sepak bola Inggris yang ia jalani bertahun-tahun.
“Saya baru bermain dua pertandingan di Serie A. Ini berbeda dibandingkan tahun-tahun di bawah Pep Guardiola,” jelasnya.
Menurutnya, sepak bola di Italia lebih fokus pada taktik dan tempo permainan lebih lambat dibandingkan Liga Inggris, tetapi tetap menawarkan tantangan yang seru.
“Tapi tetap saja ini sepak bola,” imbuh De Bruyne.
Meski demikian, gelandang ini menegaskan bahwa dirinya terbiasa menyesuaikan diri dengan berbagai sistem permainan, pengalaman yang ia peroleh selama bertahun-tahun di Manchester City.
Fokus pada Karier Klub
Dalam konferensi pers tersebut, De Bruyne lebih banyak membahas soal perjalanan karier klubnya daripada membicarakan laga kualifikasi Piala Dunia yang dihadapi tim nasional Belgia.
Hal ini menegaskan betapa pentingnya fase adaptasi di klub barunya, Napoli, sebelum menghadapi tantangan besar di kompetisi Eropa.***