JAKARTA – Masa depan Neymar bersama Santos kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai perselisihan dengan dua pemain muda klub, Gabriel Bontempo dan Joao Ananias.
Insiden tersebut terjadi usai Santos hanya bermain imbang melawan Chapecoense dalam lanjutan kompetisi Liga Brasil.
Ketegangan di ruang ganti membuat masa depan sang bintang bersama klub berjuluk O Peixe kembali dipertanyakan.
Mengutip World Soccer Talk, Selasa (28/7/2026) Neymar baru kembali memperkuat Santos setelah menyelesaikan tugas bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.
Namun, kepulangannya belum mampu meredakan berbagai persoalan yang sudah lebih dulu muncul di internal klub.
Sebelum kembali bertanding, Neymar sempat menuai kritik karena mengikuti turnamen poker BSOP Winter.
Keikutsertaannya berlangsung ketika Santos sedang menjalani laga Copa Sudamericana di Venezuela menghadapi UCV.
Meski Neymar membalas kritik publik, keputusannya disebut meninggalkan kesan kurang baik di mata sejumlah rekan setim.
Laporan media Brasil Globo Esporte menyebut emosi Neymar memuncak saat jeda pertandingan melawan Chapecoense.
Ia dikabarkan melontarkan kritik keras kepada gelandang Gabriel Bontempo dan bek muda Joao Ananias.
Sikap Neymar saat turun minum hingga pertandingan berakhir disebut membuat pemain, staf pelatih, dan petinggi klub merasa kecewa.
Santos sebenarnya memulai pertandingan dengan baik setelah Neymar mencetak gol pembuka pada menit ke-36.
Selepas mencetak gol, ia merayakan dengan gerakan membagikan kartu layaknya seorang dealer poker.
Namun keunggulan tersebut sirna ketika Santos kebobolan dua gol dalam kurun sekitar 10 menit pada awal babak kedua.
Neymar kemudian menyelamatkan timnya dari kekalahan lewat eksekusi penalti pada akhir pertandingan.
Globo Esporte melaporkan kritik Neymar kepada Bontempo dan Ananias disampaikan dengan nada yang sangat tajam.
Ia bahkan disebut mempertanyakan kualitas permainan Ananias yang mencetak gol bunuh diri dalam laga tersebut.
Melalui tim humasnya, Bontempo membantah adanya konflik pribadi dengan Neymar.
“Itu hanya teguran tim yang biasa terjadi saat jeda pertandingan, bukan serangan yang ditujukan kepada individu tertentu,” demikian penjelasan yang disampaikan pihak Bontempo.
Ananias juga membantah terjadi konfrontasi langsung dengan Neymar.
“Memang ada teguran kepada seluruh tim, tetapi tidak ada perselisihan pribadi antara saya dan Neymar,” ujarnya.
Insiden tersebut terjadi tidak lama setelah Neymar diberitakan sempat menampar rekan setimnya, Robinho Jr., saat sesi latihan.
Kala itu Neymar akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya.
Hubungan Neymar dan Santos memang terus mengalami pasang surut sejak sang pemain kembali pada Februari 2025.
Awalnya kepulangan Neymar diproyeksikan menguntungkan kedua belah pihak menjelang Piala Dunia 2026.
Santos memperoleh keuntungan dari sponsor dan popularitas Neymar, sedangkan sang pemain mendapat kesempatan menjaga kebugaran.
Namun kerja sama tersebut justru dipenuhi berbagai persoalan.
Manajemen Santos disebut tidak puas dengan gaya kepemimpinan Neymar serta caranya memperlakukan pemain muda.
Kekecewaan itu semakin besar setelah Neymar menghadiri turnamen poker ketika Santos bertanding di kompetisi Amerika Selatan.
Di sisi lain, Neymar juga mengkritik fasilitas latihan klub dan minimnya perlindungan terhadap pemain dari sorotan media.
Ia bahkan bersama ayahnya secara terbuka mempertanyakan kualitas skuad Santos yang kembali berjuang menghindari degradasi.
Persoalan finansial juga memperburuk hubungan kedua pihak.
Menurut Globo Esporte, Santos masih memiliki tunggakan kepada Neymar lebih dari 90 juta real Brasil.
Dengan kurs referensi sekitar Rp3.290 per 1 real Brasil, nilai tersebut setara sekitar Rp296,1 miliar.
Selain itu, pembayaran hak citra Neymar dilaporkan terlambat hingga tiga bulan sepanjang tahun ini.
Meski kontraknya masih berlaku hingga akhir 2026, peluang Neymar memperpanjang masa baktinya bersama Santos kini disebut semakin kecil.***



