JAKARTA – Nilai tukar rupiah menguat signifikan terhadap dolar AS pada perdagangan sesi pertama hari ini Kamis pagi (7/8/2025).
Di awal perdagangan pagi, penguatan rupiah yang tercatat sebesar 0,28 persen atau 45 poin ini membawa kurs ke level Rp16.316 per dolar AS.
Pada penutupan sesi I, berdasarkan pantauan Garuda TV dari data Bloomberg, kurs rupiah menguat 0,31 persen (50 poin) ke leval 16.311 per dolar AS.
Tren positif ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pelonggaran suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Rupiah sebelumnya juga menunjukkan performa positif di sesi perdagangan Rabu (6/8), dengan kenaikan 0,17 persen atau 28 poin ke posisi Rp16.361 per dolar AS.
“Rupiah stabil dalam beberapa hari terakhir, dengan apresiasi sebesar 0,6 persen sejak awal Agustus,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Ia menilai penguatan ini sejalan dengan sentimen global terhadap arah kebijakan moneter AS.
Sementara itu, indeks dolar AS hanya bergerak tipis, dari 98,78 ke 98,75 pada Rabu, menandakan sikap wait and see pelaku pasar.
Rully mengatakan, “Pergerakan yang minim ini mencerminkan sikap hati-hati pasar.” Stabilitas dolar tersebut juga memperkuat sentimen positif terhadap rupiah.
Menurut Rully, fluktuasi dolar AS dalam beberapa hari terakhir sangat terbatas, terutama terhadap mata uang utama dunia.
Kondisi ini terjadi menyusul rilis data ekonomi AS yang tidak sesuai harapan, termasuk data ketenagakerjaan yang meleset dari proyeksi dan melambatnya pertumbuhan sektor jasa.
Kondisi ekonomi AS yang kurang solid ini telah memunculkan harapan bahwa The Fed akan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan.
“Kekhawatiran terhadap melambatnya ekonomi mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed,” tegas Rully.
Situasi ini menjadi pendorong utama penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.***