JAKARTA – Komando Pasukan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mengumumkan kedatangan pesawat di Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, Greenland. “Pesawat Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) akan segera tiba di Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, Greenland,” demikian pengumuman resmi yang dikutip Antara, Selasa (20/1/2026)
Pesawat tersebut, bersama armada lain dari daratan Amerika Serikat dan Kanada, akan mendukung operasi terencana sekaligus memperkuat kerja sama keamanan antara AS, Kanada, dan Denmark. NORAD menegaskan langkah ini telah dikoordinasikan dengan Denmark dan otoritas Greenland.
Kehadiran pesawat-pesawat NORAD disebut sebagai bagian dari program kerja sama pertahanan jangka panjang. “Mereka akan mendukung berbagai kegiatan NORAD yang telah lama direncanakan, berdasarkan kerja sama pertahanan berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Kanada, serta Kerajaan Denmark,” tulis pernyataan resmi yang dikutip AFP.
Sementara itu, Denmark mengerahkan pasukan dalam jumlah besar ke Greenland pada 19 Januari malam. Sekitar 100 tentara tiba di Nuuk, ibu kota Greenland, dan jumlah serupa mendarat di Kangerlussuaq, Greenland barat. Ratusan personel tersebut dijadwalkan mengikuti latihan ketahanan Arktik.
Komandan militer tertinggi Denmark di Arktik, Mayor Jenderal Soren Andersen, menegaskan pengerahan itu merupakan respons terhadap ancaman Rusia, bukan terhadap Presiden AS Donald Trump. Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat karena kepentingan strategis bagi keamanan nasional.
Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak berupaya mengambil alih pulau tersebut, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan wilayah. Greenland sendiri merupakan koloni Denmark hingga 1953, dan sejak memperoleh otonomi pada 2009, pulau itu memiliki kewenangan penuh atas pemerintahan serta kebijakan dalam negeri.



