JAKARTA โ Juri federal di Oakland pada Senin (18/5/2026) waktu setempat memutuskan bahwa miliarder, Elon Musk terlambat mengajukan gugatan terhadap OpenAI dan para pendirinya, sehingga memberikan kemenangan telak bagiย perusahaan rintisan ChatGPT.
Putusan tersebut sekaligus menutup salah satu persidangan paling disorot di Silicon Valley.
Selama tiga minggu persidangan, Musk berargumen bahwa perubahan OpenAI menjadi perusahaan berorientasi profit mengkhianati mandat awalnya sebagai organisasi nirlaba. Namun juri menilai klaim Musk terhadap CEO Sam Altman, Presiden Greg Brockman, The OpenAI Foundation, dan Microsoft telah kedaluwarsa berdasarkan undang-undang pembatasan waktu. Hakim Yvonne Gonzalez Rogers menerima dan mengonfirmasi keputusan tersebut.
โPutusan juri menegaskan bahwa gugatan ini adalah upaya munafik untuk menyabotase pesaing,โ kata pengacara OpenAI, William Savitt, dilansir Hurriyet Daily News. Ia menambahkan, โMusk bisa mengajukan klaimnya, dan dia bisa menceritakan kisahnya, tetapi apa yang ditemukan oleh sembilan anggota juri ini adalah bahwa kisah-kisahnya hanyalah cerita, bukan fakta.โ
Musk, yang menggugat pada 2024, menuduh Altman dan Brockman menyalahgunakan sumbangan sebesar $38 juta yang ia berikan untuk mendukung OpenAI sebagai laboratorium penelitian demi kepentingan umat manusia. Namun juri lebih dulu menilai apakah gugatan itu diajukan dalam batas waktu hukum.
Di platform X, Musk menyatakan akan mengajukan banding karena โjuri sebenarnya tidak pernah memutuskan pokok perkaraโ dan menuduh hakim menetapkan โpreseden yang mengerikan.โ
Keputusan ini menyelamatkan OpenAI dari ancaman hukum yang berpotensi mengganggu rencana IPO dan hubungan dengan investor besar seperti Microsoft, Amazon, dan SoftBank. โIni adalah kemenangan penting bagi Altman dan OpenAI dan membuka jalan bagi IPO dengan menghilangkan awan hitam ini,โ ujar analis Wedbush Securities, Dan Ives. Ia menilai gugatan Musk lebih menyerupai โsinetronโ ketimbang ancaman serius bagi masa depan OpenAI.