Suasana mencekam menyelimuti sebuah pabrik suku cadang mobil milik Anjun Industrial di Daejeon, Korea Selatan. Kebakaran yang bermula pada Jumat siang itu berubah menjadi tragedi nasional setelah otoritas mengonfirmasi 14 orang tewas dan hampir 60 lainnya luka-luka.
Saksi mata menggambarkan situasi yang sangat mengerikan. Video amatir menunjukkan para pekerja terpaksa melompat dari lantai satu hingga jendela-jendela gedung berlantai tiga tersebut demi menghindari kobaran api yang merambat sangat cepat.
“Api menyebar begitu singkat. Saat petugas tiba, para pekerja sudah mulai berjatuhan dari jendela,” ungkap Nam Deuk-woo, kepala pemadam kebakaran setempat.
Terhambat 200 Kg Sodium yang “Mudah Meledak”
Upaya pemadaman sempat mengalami kendala teknis yang sangat berisiko. Petugas tidak bisa langsung menyemprotkan air karena adanya simpanan 200 kg sodium di dalam lokasi. Zat kimia ini sangat reaktif dan bisa meledak hebat jika bersentuhan dengan air.
Sebanyak 500 personel gabungan, helikopter, hingga dua robot pemadam kebakaran nirkabel dikerahkan untuk mendinginkan area yang terlalu berbahaya untuk dimasuki manusia. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan pada Sabtu sore waktu setempat.
Momen Terakhir di Ruang Ganti
Dari 14 korban jiwa, sembilan di antaranya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah ruangan di lantai tiga yang berfungsi sebagai ruang ganti gym. Beberapa jenazah mengalami luka bakar yang sangat parah sehingga otoritas memerlukan tes DNA untuk proses identifikasi.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun laporan awal menyebutkan sempat terdengar dentuman ledakan keras sebelum api membumbung tinggi.
Alarm Keras Keselamatan Kerja
Insiden ini tercatat sebagai kebakaran pabrik paling mematikan di Korea Selatan sejak tragedi pabrik baterai lithium di Hwaseong pada 2024 lalu. Presiden Lee Jae Myung langsung menyerukan perlindungan yang lebih ketat bagi para pekerja, mengingat statistik menunjukkan lebih dari 10.000 nyawa melayang di tempat kerja sepanjang tahun 2000 hingga 2024.
Anjun Industrial, yang diketahui sebagai pemasok utama bagi raksasa otomotif seperti Hyundai dan Kia, menyatakan permohonan maaf yang mendalam. CEO Sohn Ju-hwan berjanji akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk merombak total sistem keselamatan perusahaan agar tragedi serupa tak pernah terulang kembali.