Live Program Jelajah UHF Digital

Pangeran Abdul Mateen Sunting Anisha Rosnah, Prosesi Pernikahan Digelar 10 Hari

Puncak perayaan pernikahan Pangeran Abdul Mateen dari Brunei Darussalam dengan tunangannya, Anisha Rosnah, pada Minggu (14/1), menjadi sorotan internasional. Royal wedding tersebut tidak hanya dihadiri oleh pemimpin negara, tetapi juga dihadiri oleh sejumlah tamu berdarah biru dari Asia hingga Timur Tengah.

Pangeran berusia 32 tahun, yang pernah dijuluki sebagai salah satu bujangan paling tampan di Asia, menikahi Anisha Rosnah Isa-Kalebic (29 tahun), dalam sebuah prosesi yang dimulai pada 7 Januari dan akan berakhir pada 16 Januari.

Salah satu pemimpin negara yang turut menghadiri pernikahan ini adalah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yang tampil di hari terakhir perayaan Abdul Mateen dan Anisha. Dalam siaran langsung, Pangeran Mateen terlihat memukau dengan seragam upacara, sementara tunangannya, Anisha, mempesona dalam gaun putih panjang.

Pangeran Mateen, yang dikenal sebagai laki-laki paling didambakan di Asia, memiliki daya tarik yang luar biasa dan dianggap sebagai idola oleh banyak orang. Popularitasnya terpancar melalui media sosial, khususnya Instagram, di mana ia memiliki banyak pengikut.

Peristiwa sakral dimulai ketika Pangeran Abdul Mateen mengucapkan kalimat ijab kabul pada Kamis (11/1/2024) di Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Sebagai bagian dari ijab kabul tersebut, Pangeran Abdul Mateen menyajikan mahar sebesar 1.000 ringgit Brunei Darussalam atau sekitar Rp11,7 juta (dengan asumsi kurs Rp11.719/ringgit Brunei Darussalam).

Sebagai bagian dari tradisi, rombongan Pangeran Abdul Mateen membawa nampan upacara atau gangsa yang berisi sejumlah barang berharga. Termasuk di dalamnya adalah surat mahar, satu set pakaian, sepasang gelang, sepasang anting, dua buah cincin, ceramai, kelakati, dan pisau.

Selain itu, rombongan putra keempat sekaligus anak ke-10 Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah itu juga membawa 16 dian atau lilin upacara kerajaan dan hiasan kebesaran kerajaan, seperti sinipit, pedang dan perisai, tumbak benderangan atau tombak, dan kabok serta panastan.

Pernikahan ini tidak hanya menjadi peristiwa penting bagi Brunei Darussalam tetapi juga memikat perhatian dunia internasional. Kecantikan dan kemegahan acara ini mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang melekat kuat dalam pernikahan kerajaan Brunei.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *