JAKARTA – Pengadilan Revolusioner Teheran menjatuhkan hukuman sepuluh tahun penjara kepada pasangan asal Inggris, Lindsay dan Craig Foreman, atas tuduhan spionase. Keduanya ditangkap pada Januari 2025 saat melakukan perjalanan keliling dunia dengan sepeda motor dan kini mendekam di Penjara Evin, yang dikenal memiliki kondisi krisis.
Lindsay, seorang psikolog bergelar doktor, dan Craig, seorang tukang kayu, dituduh mengumpulkan informasi dengan menyamar sebagai turis serta bekerja sama dengan intelijen Barat. Namun, menurut keluarga dan pengacara, tidak ada bukti yang diajukan untuk mendukung tuduhan tersebut. Persidangan Oktober lalu dilaporkan hanya berlangsung tiga jam, tanpa kesempatan bagi mereka untuk membela diri.
Putra Lindsay, Joe Bennett, menyebut kondisi orang tuanya memburuk dengan penurunan berat badan drastis dan minim perawatan medis. “Mereka bukan mata-mata, mereka adalah pengendara motor yang sedang melakukan tur dunia,” tegasnya kepada media Inggris, dilansir dari Speedweek, Senin (23/2/2026).
Kasus ini mengejutkan komunitas motor internasional, mengingat Iran selama ini dianggap sebagai negara transit yang menantang tapi menarik bagi para penjelajah darat. Meski begitu, ketegangan politik dan penindakan terhadap protes dalam negeri membuat situasi semakin rumit.
Diplomasi Inggris disebut masih berlangsung di balik layar, tapi masa depan pasangan Foreman tetap tidak pasti. Hukuman sepuluh tahun di salah satu penjara paling keras di dunia dipandang bukan sekadar vonis, melainkan perjuangan panjang untuk bertahan hidup.