JAKARTA – Pasukan Israel bersama warga pemukim dilaporkan melakukan penggerebekan dan penghancuran besar-besaran di sejumlah desa di Tepi Barat yang diduduki.
Di Kafr Nime, barat Ramallah, lahan pertanian warga Palestina dihancurkan. Sementara di Burka, timur Ramallah, sekelompok pemukim dengan perlindungan tentara Israel masuk ke desa, berjalan di antara rumah-rumah warga, dan melakukan aksi provokatif.
Dilansir Anadolu, Kamis (2/7/2026), Israel juga mendirikan pos pemeriksaan militer di pintu masuk desa Abud dan Yabroud, memeriksa identitas warga Palestina serta menggeledah kendaraan mereka. Di dusun Atara, Sirafin, utara Ramallah, puluhan pemukim merebut sebuah rumah secara paksa, merusak isi di dalamnya, lalu menempatkan barang-barang milik mereka sendiri.
Di Rashayedeh, timur Betlehem, pasukan Israel menahan seorang pria Palestina yang sebelumnya terluka akibat serangan pemukim saat menggembalakan ternak. Sedangkan di Susiya, selatan Hebron, Israel meninggalkan pemberitahuan pembongkaran untuk tiga rumah yang dihuni lebih dari 20 orang.
Aksi ini menambah daftar panjang ketegangan di Tepi Barat, dengan warga Palestina menghadapi ancaman pengusiran dan penghancuran rumah di bawah pendudukan Israel.