JAKARTA – Karoline Leavitt akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai sekretaris pers Gedung Putih pada akhir Agustus, menurut pengumuman Presiden AS, Donald Trump.
Trump menyampaikan kabar tersebut melalui media sosial, menyebut Leavitt mundur “agar dia bisa menghabiskan lebih banyak waktu” bersama keluarganya. Leavitt, 28 tahun, baru melahirkan seorang putri bernama Viviana pada Mei lalu dan kembali dari cuti melahirkan bulan lalu.
Kepergian Leavitt terjadi di tengah menurunnya tingkat persetujuan Trump, yang berada pada titik terendah akibat kenaikan harga dan konflik berkepanjangan dengan Iran. Meski mundur dari jabatan resmi, Trump mengatakan Leavitt akan tetap menjadi salah satu penasihat luar utamanya.
Dalam pernyataannya di X, Leavitt menulis: “Sejujurnya, sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, saya merasa di dalam hati bahwa saya tidak dapat menjadi ibu terbaik yang pantas diterima oleh kedua anak saya yang masih kecil sambil terus mencurahkan waktu, energi, dan perhatian yang dibutuhkan sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih – dan itulah mengapa saya akhirnya membuat keputusan yang berat untuk meninggalkan Gedung Putih dan memulai babak baru dalam hidup saya.”
Leavitt dikenal sebagai juru bicara yang tegas dan loyal terhadap Trump. Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota Kongres pada 2022, bergabung dengan kampanye Trump 2024, dan akhirnya dipercaya menjadi sekretaris pers Gedung Putih pada usia 27 tahun—menjadikannya yang termuda dalam sejarah jabatan tersebut.
Trump dan sejumlah pejabat pemerintahan memuji kiprah Leavitt sebagai komunikator efektif, sementara pihak oposisi menilai kepergiannya sebagai tanda lemahnya kredibilitas Gedung Putih. Hingga kini, Trump belum mengumumkan siapa yang akan menggantikannya.



