NEW YORK – Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam forum internasional di Markas Besar PBB.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan sikap tersebut dalam Pernyataan Nasional Indonesia pada Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
Pernyataan itu disampaikan di New York, Sabtu, 26 September 2026 waktu setempat, saat Indonesia membawa sejumlah isu global ke forum PBB.
Sugiono menegaskan dukungan Indonesia akan terus diberikan sampai rakyat Palestina memperoleh hak menentukan nasib sendiri.
“Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina hingga hak menentukan nasib sendiri terpenuhi dan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud.”
“Yakni, berdasarkan Solusi Dua Negara, sesuai hukum internasional dan parameter yang telah disepakati secara internasional,” ujar Menlu RI menegaskan.
Menurut Sugiono, posisi Indonesia terhadap Palestina memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
Pengalaman menghadapi kolonialisme menjadi salah satu landasan Indonesia dalam mendukung hak rakyat Palestina menentukan masa depan mereka.
Sugiono juga menempatkan persoalan Palestina dalam konteks yang lebih luas, yakni menyangkut kemampuan sistem multilateral menjalankan prinsip yang telah disepakati.
“Palestina bukan hanya persoalan satu kawasan. Palestina adalah ujian apakah sistem multilateral mampu menegakkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pembentukannya dan mampu memberikan hasil ketika paling dibutuhkan,” ucapnya.
Indonesia menilai hukum internasional perlu diterapkan secara konsisten dalam menghadapi berbagai persoalan global.
Kedaulatan setiap negara juga disebut harus dihormati, sementara praktik kolonialisme harus diakhiri sesuai prinsip yang menjadi dasar tatanan internasional.
Dalam pidatonya, Sugiono turut menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.
Komitmen tersebut sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut menciptakan kehidupan global berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui diplomasi dan mediasi, bantuan kemanusiaan, pembangunan perdamaian, serta kontribusi pada misi pemeliharaan perdamaian PBB.”
“Sejak 1957, personel Indonesia telah bertugas dalam berbagai misi PBB di berbagai belahan dunia,” kata Menlu Sugiono menambahkan.
Agenda tersebut juga berkaitan dengan pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030.
Indonesia mengusung tema “Fostering Unity, Advancing Peace” dalam pencalonan tersebut.
Tema itu menekankan upaya membangun kembali kepercayaan terhadap multilateralisme sekaligus menjaga ruang dialog antarnegara.
Sementara itu, bagian “Advancing Peace” menyoroti pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan penggunaan instrumen perdamaian secara efektif.
“Indonesia akan membawa pendekatan yang selama ini menjadi landasan politik luar negerinya, yaitu menjaga dialog tetap terbuka, membangun titik temu, menjunjung Piagam PBB.”
“Secara konsisten, serta menerjemahkan tanggung jawab bersama menjadi kerja sama konkret bagi perdamaian dan keamanan internasional,” ujar Menlu RI.
Sebelumnya, Kemlu menyatakan isu Palestina dan pemulihan serta rekonstruksi Gaza menjadi bagian dari agenda Indonesia dalam Sidang Umum PBB ke-81.
Kehadiran Sugiono di New York juga menjadi momentum bagi Indonesia memperkenalkan pencalonan untuk kursi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2029–2030.***