NEW YORK — Menteri Luar Negeri RI Sugiono memanfaatkan rangkaian agenda Sidang Majelis Umum PBB ke-81 untuk memperluas kerja sama bilateral.
Pertemuan bilateral itu berlangsung di sela High-Level Week SMU PBB di New York pada Jumat, 25 September 2026.
Sugiono bertemu Menlu Burkina Faso Karamoko Jean-Marie Traoré dan Menlu Siprus Constantinos Kombos.
Ia juga menggelar pertemuan dengan Presiden Komite Internasional Palang Merah atau ICRC Mirjana Spoljaric Egger.
Dalam pertemuan dengan Burkina Faso dan Siprus, Indonesia mendorong penguatan hubungan melalui kesepakatan bebas visa tertentu.
Fasilitas tersebut ditujukan bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas dari Indonesia serta kedua negara mitra.
Kerja sama dengan Burkina Faso diperkuat melalui penandatanganan Framework Agreement for Cooperation.
Kesepakatan itu membuka ruang bagi peningkatan kerja sama teknis dan pengembangan kapasitas kedua negara.
Indonesia dan Burkina Faso juga mendorong hubungan antarpelaku usaha melalui berbagai kegiatan ekonomi.
Salah satu peluang yang dibahas ialah keikutsertaan pelaku usaha Burkina Faso dalam Trade Expo Indonesia 2026.
Sementara dengan Siprus, pembicaraan diarahkan pada peluang investasi untuk mendukung agenda hilirisasi Indonesia.
Kerja sama investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas Indonesia.
“Sementara dengan Siprus, pembahasan mencakup peluang investasi untuk mendukung hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas Indonesia. Serta, rencana kunjungan Menlu Siprus ke Indonesia,” kata Kemlu RI dilansir dari laman resmi, Sabtu, 26 September 2026.
Fokus Kemanusiaan Gaza
Pertemuan Sugiono dengan Presiden ICRC turut membahas situasi kemanusiaan di wilayah konflik.
Indonesia menekankan perlunya perlindungan terhadap warga sipil yang terdampak konflik, terutama di Gaza.
Kedua pihak juga menyatakan komitmen memperkuat kerja sama kemanusiaan melalui kolaborasi yang lebih konkret.
“Rangkaian pertemuan bilateral selama High-Level Week SMU PBB ke-81 dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan berbagai mitra. Serta mendorong kerja sama konkret yang saling menguntungkan,” ujar Kemlu RI.
Rangkaian diplomasi tersebut menjadi bagian dari agenda Indonesia selama High-Level Week SMU PBB ke-81.
Sugiono memimpin delegasi Indonesia di Markas Besar PBB, New York, mewakili Presiden Prabowo Subianto.
Selanjutnya, Sugiono dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional Indonesia dalam SMU PBB pada hari ini, Sabtu, 27 September 2026.
Pernyataan tersebut dijadwalkan berlangsung pada sore hari waktu setempat di Markas Besar PBB, New York.***