Perilisan jutaan dokumen terkait Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada 30 Januari lalu mengguncang elite politik lintas benua. Di Eropa, dokumen-dokumen tersebut memicu gelombang pengunduran diri pejabat tinggi dan pembukaan penyelidikan hukum dari Norwegia hingga Prancis dan Slovakia. Sebaliknya, respons di Amerika Serikat dinilai relatif lebih tenang dan minim konsekuensi politik.
Gelombang Pengunduran Diri Pejabat Eropa
Di Norwegia, Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide mengonfirmasi pengunduran diri Duta Besar Mona Juul dari jabatannya di Yordania dan Irak. Juul mengakui adanya “kekeliruan penilaian yang serius” terkait hubungannya dengan Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah dihukum. Keputusan ini diambil setelah terungkap bahwa Epstein mewariskan dana sebesar US$10 juta kepada anak-anak Juul dalam surat wasiatnya.
Suami Juul, Terje Rød-Larsen—yang oleh media Norwegia disebut sebagai “simpul utama jaringan Epstein di Norwegia”—kini turut diselidiki. Dalam sejumlah pernyataan terdahulu, diplomat tersebut bahkan pernah menyebut Epstein sebagai “sahabat terbaik” dan “orang yang sangat baik”.
Tak hanya itu, otoritas Norwegia juga membuka penyelidikan dugaan “korupsi berat” terhadap mantan Perdana Menteri Thorbjørn Jagland.
Penyelidikan difokuskan pada dugaan penerimaan hadiah, perjalanan, dan pinjaman yang berkaitan dengan jabatannya saat memimpin Komite Nobel Perdamaian dan menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Eropa. Menteri Luar Negeri Eide bahkan telah meminta pencabutan imunitas Jagland guna memperlancar proses hukum.
Di Prancis, mantan Menteri Kebudayaan Jack Lang (86) mengundurkan diri sebagai Presiden Institut Dunia Arab setelah namanya tercatat muncul 673 kali dalam korespondensi Epstein sejak 2012 hingga 2019.
Jaksa kejahatan keuangan Prancis kini membuka penyelidikan awal terhadap Lang dan putrinya atas dugaan pencucian uang hasil penghindaran pajak berat. Pemerintah Prancis menyebut pengunduran diri tersebut sebagai “satu-satunya keputusan yang mungkin”.
Sementara itu di Slovakia, Penasihat Keamanan Nasional Miroslav Lajcak mundur pada 1 Februari setelah terungkap pertukaran email dengan Epstein yang menyinggung perempuan muda. Pejabat PBB asal Swedia, Joanna Rubinstein—Ketua Sweden for UNHCR—juga mengundurkan diri setelah dokumen menunjukkan kunjungannya ke pulau pribadi Epstein pada 2012.
Negara-negara lain seperti Latvia, Lithuania, dan Polandia turut meluncurkan penyelidikan luas terkait dampak dokumen tersebut.