JAKARTA – Drama internal mengguncang skuad Timnas Polandia.
Michal Probierz secara mengejutkan mengundurkan diri dari kursi pelatih pada Kamis (12/6/2025), usai perselisihannya dengan Robert Lewandowski mencuat ke publik.
Friksi antara keduanya dipicu oleh keputusan kontroversial Probierz yang mencopot ban kapten dari tangan sang bomber veteran.
Probierz mengumumkan keputusannya tak lama setelah Federasi Sepak Bola Polandia (PZPN) menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasinya.
Dalam pernyataan resmi, PZPN menyebut, “Asosiasi Sepak Bola Polandia (PZPN) ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada selektor Michal Probierz.”
“Atas kerjasamanya dan keterlibatannya dalam memimpin tim nasional, serta mendoakan kesuksesannya di karier selanjutnya.”
Langkah mundur ini sekaligus menjadi akhir dari masa kerja Probierz yang sempat menangani skuad nasional selama lebih dari 20 pertandingan.
Dalam penjelasan pribadinya, ia menyebut keputusan ini merupakan bentuk tanggung jawab demi menjaga stabilitas tim jelang lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Saya telah sampai pada kesimpulan bahwa dalam situasi saat ini. Keputusan terbaik demi kebaikan tim nasional adalah pengunduran diri saya dari jabatan pelatih,” ucap Probierz.
Ketegangan Memuncak: Ban Kapten Berpindah Tangan
Perselisihan bermula ketika nama Robert Lewandowski tidak dimasukkan ke dalam skuad Timnas Polandia saat melakoni dua laga penting pada awal Juni, yakni laga persahabatan kontra Moldova (6 Juni) dan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Finlandia (10 Juni).
Hal ini memicu pertanyaan besar, mengingat sang striker tampil gemilang bersama Barcelona dengan torehan 42 gol dari 52 laga musim lalu.
Pada 8 Juni, Lewandowski akhirnya buka suara lewat pernyataan publik. Ia mengungkapkan rasa kecewa atas pencopotan ban kapten oleh Probierz, yang memilih gelandang Inter Milan, Piotr Zielinski, sebagai kapten baru.
Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk tidak hormat terhadap status dan kontribusi Lewandowski di tim nasional.
Dukungan dari suporter pun mengalir deras ke pihak Lewandowski. Banyak penggemar menyuarakan ketidakpuasan mereka dan mendesak Probierz untuk segera lengser dari jabatannya.
Tekanan publik dan gejolak internal membuat situasi semakin tak terkendali.
Catatan Kinerja dan Perpisahan Sang Pelatih
Selama memimpin tim nasional, Probierz mencatatkan rekor 10 kemenangan, 4 imbang, dan 8 kekalahan dari total 22 pertandingan.
Di antaranya, Polandia berhasil menumbangkan tim-tim seperti Turki, Skotlandia, Wales, hingga Ukraina.
Namun, sederet capaian tersebut tak cukup untuk menyelamatkan posisinya di tengah badai kritik yang menerpanya.
Dalam pidato perpisahannya, Probierz menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersamanya, termasuk para pemain dan suporter.
“Tentu saya juga ingin berterima kasih kepada para pemain, yang saya syukuri sudah bisa bekerja sama dalam menjalani hal ini.”
“Saya terus mendoakan yang terbaik buat kalian semua, karena timnas adalah aset nasional kita bersama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Saya juga ingin berterima kasih kepada suporter kami yang luar biasa. Kalian setia bersama kami dalam masa suka-duka. Di mana pun timnas main, suara kalian selalu terdengar.”
Kini, Timnas Polandia berada di tengah masa transisi krusial, mencari nakhoda baru yang mampu menenangkan suasana dan mengembalikan stabilitas skuad.
Sementara itu, publik menanti kabar lanjutan apakah Lewandowski akan kembali memperkuat negaranya di laga berikutnya.***