Prospek Lando Norris untuk mempertahankan gelar juara dunia Formula 1 mengalami pukulan serius bahkan sebelum satu lap kompetitif pun dijalani. Pembalap Inggris berusia 26 tahun itu, yang meraih gelar pertamanya secara dramatis dengan selisih hanya dua poin dari Max Verstappen pada balapan penutup musim 2025 di Abu Dhabi, kini mulai kehilangan kepercayaan dari pasar taruhan.
Di FanDuel Sportsbook, Norris yang semula berstatus co-favorit dengan odds +250 pada awal offseason, kini terlempar jauh ke +650. Posisi tersebut menempatkannya di belakang George Russell dari Mercedes (+240) dan Verstappen dari Red Bull (+280).
Penurunan tajam ini mencerminkan meningkatnya keraguan terhadap daya saing McLaren di era regulasi teknis Formula 1 2026, yang disebut-sebut sebagai salah satu perombakan terbesar sepanjang sejarah F1. Regulasi baru ini secara signifikan mengubah karakter mobil, terutama pada sektor unit tenaga.
Keunggulan McLaren Terancam Regulasi Baru
Sebagai juara konstruktor bertahan, McLaren justru menghadapi tantangan berat. Kepala tim Andrea Stella mengakui bahwa perubahan regulasi 2026 berpotensi menghapus keunggulan yang telah dibangun timnya selama musim 2025.
“Besarnya perubahan regulasi untuk 2026 menghilangkan keunggulan apa pun dari 2025,” ujar Stella saat peluncuran livery uji MCL40.
Kondisi ini tercermin jelas di pasar taruhan konstruktor. Mercedes kini difavoritkan meraih gelar dengan odds +125, mengungguli McLaren yang turun ke +190, meski tim asal Woking itu memenangi 14 dari 24 balapan musim lalu.
Kepercayaan pasar terhadap Mercedes tidak lepas dari rekam jejak mereka saat menghadapi perubahan regulasi besar. Pada era unit tenaga hybrid 2014, pabrikan asal Jerman itu langsung mendominasi dan meraih delapan gelar konstruktor beruntun.
Dengan regulasi 2026 yang menghadirkan komposisi tenaga hampir 50-50 antara mesin pembakaran internal dan listrik—di mana output listrik meningkat tiga kali lipat dibandingkan saat ini—banyak pihak di paddock meyakini Mercedes kembali memiliki keunggulan teknis signifikan.
Selain itu, status Mercedes sebagai pemasok mesin untuk empat tim—Mercedes, McLaren, Alpine, dan Williams—memberi keuntungan tambahan berupa akumulasi data pengembangan, seperti diungkapkan perwakilan tim Bradley Lord.
Tes Awal Picu Tanda Tanya
Ketidakpastian peta persaingan semakin terlihat dalam shakedown tertutup di Barcelona pekan ini. McLaren absen pada dua hari pertama pengujian, sebelum akhirnya turun ke lintasan pada hari Rabu.
Norris menjalani installation lap dengan mobil bernomor 1 untuk pertama kalinya dalam kariernya, sementara rival seperti Red Bull dan Ferrari sudah mencatatkan lebih dari 200 lap masing-masing.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar mencatat waktu tercepat di hari pembukaan dengan 1:18,159, unggul setengah detik dari Mercedes milik Russell. Sementara itu, Verstappen tampil sebagai yang tercepat pada hari kedua pengujian.
Jawaban atas semua keraguan ini baru akan terungkap pada Grand Prix Australia di Albert Park, 8 Maret mendatang—apakah pasar taruhan telah tepat menilai meredupnya kekuatan McLaren, atau justru Lando Norris kembali membungkam prediksi dengan mempertahankan gelarnya.