Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan produk ekspor unggulan Indonesia ke Amerika Serikat. Produk tersebut mencakup tekstil, pakaian, hingga manufaktur, yang dipastikan tetap akan mengisi pasar Amerika di tengah kebijakan tarif 19 persen dari pemerintahan Trump.
Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang mengkaji volume impor migas, baik dalam bentuk LPG, produk hasil olahan (refined product), maupun minyak mentah (crude) yang akan didatangkan dari Amerika Serikat ke Indonesia, agar sesuai dengan kebutuhan dalam negeri.
Sementara itu, terkait pembebasan tarif produk asal Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia, menurut Airlangga, hal tersebut bukan merupakan hambatan dalam kerja sama dagang kedua negara. Pasalnya, sejumlah komoditas dari Amerika memang telah dikenakan tarif nol persen sejak sebelumnya, termasuk gandum.
Caption | Admin: Filda