Marc Marquez membuktikan diri sebagai pembalap dengan mentalitas baja. Menjelang seri pembuka Eropa di Sirkuit Jerez, pembalap pabrikan Ducati itu akhirnya melepas perban yang selama ini menutupi lengan kanannya. Hasilnya? Sebuah luka yang cukup besar masih terlihat jelas, sisa-sisa insiden mengerikan di Austin, Amerika Serikat, bulan lalu.
Kecelakaan itu terjadi saat Marquez terpental dari motornya dalam kecepatan 190 km/jam akibat guncangan bumps di COTA. Tubuhnya terseret melintasi area kerikil hingga menghantam pagar pembatas dengan keras.
Memilih Diam daripada Mengeluh
Meski sempat mengeluhkan nyeri pada leher dan punggung pasca-kecelakaan, Marquez memilih untuk merahasiakan kondisi lengannya selama sisa akhir pekan di COTA. Saat itu, ia tetap membalap dengan balutan perban ketat di balik baju balapnya.
“Dulu tertutup, jadi tidak ada yang tahu!” canda Marquez saat menunjukkan lukanya kepada media pada Kamis (23/4/2026). Ia menegaskan alasannya tetap bungkam selama ini: “Saya tidak ingin merengek (menangis) soal cedera itu selama pekan balapan.”
Perjalanan Marquez di COTA sendiri tidaklah mulus; ia sempat terjatuh di sesi Sprint dan menabrak Fabio di Giannantonio, namun berhasil bangkit dan finis di posisi kelima pada balapan utama meski harus menjalani hukuman Long Lap Penalty.
Kini, menempati posisi kelima di klasemen sementara, Marquez datang ke Jerez dengan satu misi besar: meraih podium Grand Prix pertamanya musim ini. Meskipun luka di lengannya belum sepenuhnya kering, semangat “The Baby Alien” untuk menaklukkan kandangnya sendiri tampaknya sama sekali tidak luntur.