Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memberikan klarifikasi resmi mengenai jalannya Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau Calon Manajer Koperasi Desa, Kelurahan, dan Kampung Nelayan Merah Putih. Langkah ini diambil menyusul adanya isu miring terkait latihan fisik berat setelah dilaporkan lima orang peserta meninggal dunia selama mengikuti program tersebut.
Kepala Pusat Komponen Cadangan Badan Cadangan Nasional Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Hengki Yuda Setiawan, menegaskan bahwa seluruh tahapan pendidikan telah disusun secara sistematis dan tidak memuat aktivitas berat yang berlebihan. Brigjen TNI Hengki memaparkan bahwa fase awal program difokuskan pada pembentukan disiplin dan karakter bela negara dengan porsi latihan fisik ringan, seperti senam pagi, jalan kaki, dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Kemhan memastikan bahwa program ini dirancang inklusif bahkan menerima peserta disabilitas, serta disesuaikan dengan ambang batas kemampuan masing-masing individu.
Bagaimana pandangan Anda terkait tanggapan Kemhan atas insiden ini? Tulis di kolom komentar secara bijak.
Editor & Uploader: BS