JAKARTA – Penutupan Masjid al-Aqsa oleh militer Israel di bulan Ramadan memicu gelombang kecaman global. Di Istanbul, jemaah perempuan berbondong-bondong ke Masjid al-Fatih untuk memprotes tindakan tersebut. Mereka melemparkan pernak-pernik dan jilbab ke arah jemaah laki-laki sebagai sindiran karena dianggap tidak melakukan aksi nyata membela Baitul Maqdis.
“Aksi perempuan-perempuan Turki itu, sebagai bentuk protes terhadap penutupan Masjid al-Aqsha oleh pendudukan Israel yang hingga kini terus berlanjut,” tulis Quds News Network yang dilansir Rabu (18/3/2026).
Penutupan akses ke Masjid al-Aqsha membuat umat Islam di Palestina tidak dapat melaksanakan salat wajib maupun tarawih berjemaah. Israel mengerahkan pasukan bersenjata, bahkan dengan atribut militer Amerika Serikat, untuk menutup kawasan suci ketiga umat Islam tersebut.
Pemerintah Türkiye mengecam keras tindakan Israel. Menteri Luar Negeri, Hakan Fidan menilai penutupan itu sebagai provokasi berbahaya dan pelanggaran terhadap tempat suci umat manusia. “Penutupan Masjid al-Aqsa oleh Israel untuk beribadah, adalah perbuatan yang sangat berbahaya. Provokasi berbahaya yang dilakukan Israel ini harus segera dihentikan,” ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency.
Fidan menyerukan komunitas internasional dan negara-negara Islam untuk segera bertindak. Menurutnya, langkah mendesak diperlukan sebagai tanggapan serius atas kejahatan Israel yang terus berulang.