JAKARTA – Tanggal 17 Mei menyimpan banyak peristiwa penting, mulai dari Proklamasi Kalimantan yang menegaskan dukungan pada Indonesia, hingga meninggalnya peramal terkenal Mama Lauren. Hari ini tercatat sebagai bagian dari sejarah perjuangan dan budaya bangsa.
Proklamasi Kalimantan: Semangat Patriotisme yang Mengguncang
Pada 17 Mei 1949, Kalimantan mencatatkan sejarah besar melalui Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Dipimpin Letkol Hasan Basry, proklamasi ini merupakan respons tegas terhadap Perjanjian Linggarjati yang hanya mengakui Jawa, Sumatera, dan Madura sebagai wilayah Republik Indonesia.
Rakyat Kalimantan menolak diasingkan dari Indonesia. Dengan penuh semangat, mereka mendeklarasikan bahwa Kalimantan adalah bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia. Upacara proklamasi di Mandapai berlangsung khidmat, ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Abbas Basri dan Kardi, di bawah komando Ahmad Kusasi.
“Proklamasi ini adalah wujud kesetiaan kami kepada Indonesia yang merdeka,” ujar Hasan Basry, sebagaimana dikutip dari laman Sejarah TNI.
Momen ini bukan sekadar pernyataan, tetapi juga simbol perjuangan melawan dominasi Belanda, mengukuhkan semangat nasionalisme yang membara.
Berdirinya Bursa Efek New York: Awal Dominasi Pasar Global
Jauh di belahan dunia lain, 17 Mei 1792 menjadi tonggak sejarah ekonomi global dengan berdirinya New York Stock Exchange (NYSE). Berlokasi di 11 Wall Street, NYSE kini menjadi salah satu bursa saham terbesar di dunia, menaungi lebih dari 2.000 perusahaan.
Dari lantai perdagangan sederhana, NYSE telah berevolusi menjadi pusat keuangan dunia, dioperasikan oleh NYSE Euronext sejak 2007. Peristiwa ini menandai awal transformasi ekonomi modern, yang hingga kini memengaruhi pasar global.
Kepergian Mama Lauren: Akhir Kisah Peramal Legendaris
Dunia ramalan Indonesia kehilangan sosok besar pada 17 Mei 2011, saat Mama Lauren, peramal kenamaan, meninggal dunia. Dikenal dengan prediksi-prediksinya yang sering menghebohkan, Mama Lauren meninggalkan warisan unik di hati penggemarnya. Kepergiannya menutup babak panjang kariernya, namun kisahnya tetap dikenang sebagai bagian dari budaya pop Indonesia.
Kepergian Sophan Sophiaan: Kehilangan Ikon Seni Indonesia
Pada 17 Mei 2008, Indonesia berduka atas kepergian aktor, sutradara, dan politikus Sophan Sophiaan. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan tragis saat touring motor di hutan Widodaren, perbatasan Ngawi dan Sragen. Sophan, yang tengah menunggangi Harley-Davidson, terjatuh dalam perjalanan keliling Jawa yang ia gagas sendiri. Kehilangan ini meninggalkan luka mendalam di dunia seni dan politik Tanah Air.
Hari Buku Nasional: Momen Meningkatkan Literasi
Tak hanya peristiwa bersejarah, 17 Mei juga diperingati sebagai Hari Buku Nasional di Indonesia. Ditetapkan sejak 17 Mei 1980, bertepatan dengan berdirinya Perpustakaan Nasional RI, hari ini bertujuan memacu minat baca dan literasi. Ide ini dicetuskan oleh Abdul Malik Fadjar, Menteri Pendidikan era Presiden Megawati, untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di Indonesia.
Tanggal 17 Mei bukan sekadar hari biasa. Dari perjuangan kemerdekaan, lahirnya institusi ekonomi global, hingga momen budaya dan literasi, hari ini menyimpan cerita yang menginspirasi. Proklamasi Kalimantan mengajarkan tentang patriotisme, sementara NYSE mengingatkan pada dinamika ekonomi dunia.
Kepergian tokoh seperti Mama Lauren dan Sophan Sophiaan menjadi pengingat bahwa setiap individu punya peran dalam sejarah.
Mari rayakan semangat 17 Mei dengan terus belajar, mengenang, dan mengambil inspirasi dari peristiwa-peristiwa besar ini.