JAKARTA – Tanggal 23 Juli menjadi momen bersejarah yang sarat makna, baik di Indonesia maupun dunia. Dari peringatan Hari Anak Nasional hingga pelantikan presiden wanita pertama Indonesia, berikut lima peristiwa penting yang menandai tanggal ini. Simak rangkuman berita berikut untuk mengetahui sejarah yang membentuk hari ini.
1. Hari Anak Nasional: Komitmen untuk Generasi Emas
Setiap 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai wujud dedikasi terhadap perlindungan dan kesejahteraan anak. Ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 44 Tahun 1984, tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan pengesahan UU No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Peringatan HAN pertama kali dirayakan pada 23 Juli 1985, setelah usulan DPP GOPTKI untuk mengganti tanggal sebelumnya.
“Hari Anak Nasional bukan hanya seremoni, tetapi pengingat bahwa anak-anak adalah pilar masa depan bangsa,” ujar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Tahun ini, tema HAN 2025 “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” menegaskan pentingnya investasi pada generasi muda.
2. Megawati Soekarnoputri: Presiden Wanita Pertama Indonesia
Pada 23 Juli 2001, Megawati Soekarnoputri mencatat sejarah sebagai presiden wanita pertama Indonesia. Dilantik setelah Sidang Istimewa MPR akibat pembekuan lembaga oleh Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati memimpin hingga 2004.
“Tanggal 23 Juli 2001, Megawati Soekarnoputri dilantik sebagai presiden Indonesia menggantikan Abdurrahman Wahid,” tulis Kompas TV.
Peristiwa ini menandai langkah monumental bagi kepemimpinan perempuan di Indonesia, mengikuti jejak ayahnya, Soekarno, sebagai presiden pertama.
3. Kudeta Mesir 1952: Gamal Abdul Nasser Mengguncang Dunia
Dunia internasional juga mencatat peristiwa besar pada 23 Juli 1952, ketika Gamal Abdul Nasser memimpin kudeta militer di Mesir.
“Tanggal 23 Juli 1952, Gamal Abdul Nasser memimpin sebuah kudeta militer di Mesir demi menggulingkan pemerintahan Raja Farouk I,” demikian laporan sejarah.
Kudeta ini mengakhiri kekuasaan monarki, memaksa Raja Farouk I ke pengasingan di Monako hingga akhir hayatnya. Peristiwa ini menjadi titik balik bagi Mesir menuju republik modern.
4. Berdirinya KNPI: Wadah Aspirasi Pemuda Indonesia
Pada 23 Juli 1973, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) resmi berdiri sebagai wadah unifikasi organisasi kepemudaan. Dipimpin David Napitupulu, KNPI menjadi panggung bagi generasi muda untuk menyuarakan aspirasi dan berkontribusi pada pembangunan nasional.
Organisasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintahan Orde Baru dan turut aktif dalam aksi-aksi seperti demonstrasi Malari 1974.
5. Lahirnya PKB: Partai Kebangkitan Bangsa
Tanggal 23 Juli 1998 menandai kelahiran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebuah partai politik yang lahir dari semangat reformasi pasca-Orde Baru. PKB menjadi representasi aspirasi masyarakat Nahdlatul Ulama dan memainkan peran penting dalam dinamika politik Indonesia. Peristiwa ini memperkuat fondasi demokrasi di Tanah Air.