JAKARTA – Pertandingan V-League putri antara Red Sparks dan Hyundai Engineering & Construction di Gimnasium Chungmu Daejeon, Sabtu (31/1/2026) lalu, menyisakan momen hangat di luar skor akhir. Meski Red Sparks kalah telak 0-3 (21-25, 21-25, 15-25) dan mencatat enam kekalahan beruntun, sorotan justru tertuju pada persahabatan dua pepmain asing: Inkushi asal Mogolia dan Zastis dari Jepang.
Inkushi, yang mencetak 10 poin tertinggi bagi timnya, tampak duduk tenang melakukan peregangan usai laga. Saat itulah Zastis mendekat bersama penerjemah. Inkushi berlari menghampiri dengan wajah gembira, dan keduanya berpelukan sambil bertukar semangat. Zastis bahkan memberikan permen Jepang sebagai tanda persahabatan.
Kedekatan mereka bukan kebetulan. Keduanya pernah bermain bersama pada Liga Utama Nasional Mongolia, kompetisi profesional yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Inkushi mendapat pengalaman pada liga tersebut saat liburan musim dingin, sementara Zastis tampil di sana selama dua musim sejak 2023 sebelum bergabung dengan V-League.
Kehadiran pemain Mongolia pada V-League kini semakin menonjol. Selain Inkushi, ada Bayar Saikhan (Hyundai Capital) dan Eddie (eks Korea Electric Power Corporation) yang memperlihatkan potensi besar voli Mongolia. Liga yang semula dianggap pinggiran Asia kini mulai dipandang sebagai sumber energi baru bagi pasar kuota Asia V-League.