JAKARTA – Real Madrid memang belum sepenuhnya meyakinkan saat menundukkan Rayo Vallecano 2-1 pada laga pekan ke-22, Minggu (1/2/2026).
Namun kemenangan tersebut menjadi titik balik penting bagi Vinicius Jr. yang akhirnya memecah kebuntuan gol La Liga setelah lebih dari tiga bulan tanpa mencetak gol.
Gol Vinicius tercipta melalui tembakan jarak jauh berbelok indah yang bukan hanya menentukan hasil laga, tetapi juga menyingkirkan tekanan panjang yang selama ini membayangi performanya di sorotan media Spanyol.
Momen itu mempertegas perubahan atmosfer yang dirasakan sang winger Brasil sejak Alvaro Arbeloa mengambil alih kursi pelatih, di mana Vinicius kembali terlihat menikmati permainan dan “bermain dengan senyum,” setelah sebelumnya disebut mengalami ketegangan relasi dengan Xabi Alonso.
Kepercayaan penuh Arbeloa berdampak langsung pada meningkatnya durasi bermain Vinicius, yang kini membuka peluang besar untuk mencatatkan rekor pribadi saat Real Madrid dijadwalkan menghadapi Real Sociedad pada 14 Februari.
Menurut laporan Miguel Angel Lara di Marca, Vinicius berpeluang menorehkan sejarah jika kembali menjadi starter dan bermain penuh melawan Real Sociedad.
Mengutip Sports Illustrated, hal ini terjadi lantaran ia akan menjadi kali pertama tampil tujuh pertandingan beruntun tanpa digantikan sejak membela Real Madrid.
Catatan tersebut terasa spesial mengingat sebelumnya Vinicius beberapa kali nyaris menyentuh rekor serupa, termasuk saat melawan Al Ahly di Piala Dunia Antarklub dan Espanyol di La Liga, namun selalu gagal menuntaskan tujuh laga penuh.
Fakta ini cukup mencengangkan mengingat status Vinicius sebagai pemain kunci Los Blancos, karena selama ini ia belum pernah melewati enam pertandingan beruntun bermain 90 menit meski dikenal memiliki fisik kuat dan eksplosivitas tinggi.
Peluang mencetak rekor sejatinya bisa datang lebih cepat saat Real Madrid dijadwalkan menghadapi Valencia, namun kartu kuning yang diterimanya ketika melawan Rayo Vallecano membuat Vinicius harus menjalani skorsing satu pertandingan.
Akibat hukuman tersebut, penyerang berusia 25 tahun itu harus menunggu sekitar dua pekan sebelum kembali merumput, menjadikan laga kontra Real Sociedad sebagai panggung penentuan berikutnya.
Sejak Arbeloa memimpin tim, grafik performa Vinicius menunjukkan tren positif dengan kontribusi yang lebih konsisten serta peran yang semakin sentral dalam skema serangan Real Madrid.
Situasi ini kontras dengan periode Xabi Alonso, ketika Vinicius kerap memulai laga dari bangku cadangan dan sering ditarik keluar pada menit 60 hingga 65, sebuah perlakuan yang jarang dialami pemain dengan status bintang utama.
Arbeloa sendiri menerapkan pendekatan berbeda dengan Vinicius melalui metode “merangkul bahu,” serta menanamkan keyakinan bahwa sentuhan personal di luar aspek taktik mampu memaksimalkan potensi sang pemain.
Pendekatan tersebut mulai membuahkan hasil lewat sejumlah penampilan meyakinkan, termasuk saat Vinicius tampil dominan di Liga Champions melawan Monaco dan laga-laga krusial lainnya.
Kini, fokus tertuju pada apakah Vinicius mampu mengubah momentum positif ini menjadi tonggak sejarah pribadi saat Real Madrid menghadapi Real Sociedad.
Dengan kepercayaan pelatih yang kian kuat, performa yang stabil, serta motivasi tambahan usai mengakhiri puasa gol, peluang Vinicius mencatat rekor menit bermain era Arbeloa terbuka lebar, meski jawabannya hanya akan ditentukan di atas lapangan.***