JAKRTA – Pemerintah Ghana mengecam keputusan Kanada yang menolak visa bagi gelandang Thomas Partey untuk laga Piala Dunia melawan Panama, Rabu (11/6/2026). Kementerian Luar Negeri Ghana menyebut langkah tersebut “sewenang-wenang dan sangat tidak adil”.
Partey, 32 tahun, mantan pemain Arsenal yang kini membela Villarreal, tengah menghadapi tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual di Inggris. Ia membantah tuduhan itu. Ghana menilai keputusan Kanada tidak proporsional karena hanya mendasarkan pada tuduhan yang belum terbukti di pengadilan.
Dalam pernyataan resmi, Ghana menyampaikan nota protes dan meminta Kanada meninjau ulang. “Meskipun menghormati hak kedaulatan Kanada untuk menegakkan hukum imigrasi, mengandalkan tuduhan yang belum terbukti menimbulkan pertanyaan mendasar tentang keadilan,” tegas Kemenlu Ghana, dilansir The Guardian Sabtu (13/6/2026).
Partey tetap bersama skuad Ghana di Boston dan akan memenuhi syarat tampil di laga berikutnya melawan Inggris dan Kroasia.
Sementara itu, juru bicara imigrasi Kanada menegaskan bahwa aturan imigrasi berlaku konsisten, tanpa pengecualian untuk acara besar. FIFA menyatakan tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah.
Kasus Partey menambah daftar kontroversi visa di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, wasit Somalia Omar Artan ditolak masuk ke AS dan harus kembali ke negaranya. Ia menyebut keputusan itu sebagai masalah “takdir” dan meminta rakyat Somalia tidak berkecil hati.