MOGADISHU, SOMALIA – Pesawat kargo Kenya dilaporkan jatuh di dekat Mogadishu, Somalia. Pesawat naas itu diduga mengalami masalah mekanis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 17.43 waktu setempat. Lima orang tewas setelah pesawat kargo yang terdaftar di Kenya
Kronologi Kejadian
Pesawat kargo jenis DHC-5D Buffalo dengan nomor seri 109 dan registrasi 5Y-RBA itu dioperasikan oleh Trident Aviation Ltd. Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Somalia (SCAA), pesawat tersebut baru saja kembali dari Dhobley, wilayah Juba Hilir, setelah mengirimkan pasokan untuk pasukan Uni Afrika.
“Ada lima orang di dalamnya (POB), yang semuanya meninggal dunia secara tragis. Penerbangan itu berangkat dari Dhobley (HCDB) dan sedang dalam perjalanan ke Bandara Internasional Aden Abdulle (HCMM),” jelas SCAA dalam pernyataan resminya, seperti dikutip oleh The Kenya Times.
Masalah Mekanis Sebelum Kecelakaan
Laporan awal menyebutkan bahwa pesawat sempat mengalami masalah mekanis saat berada di Dhobley. Namun, masalah tersebut diklaim telah diperbaiki sebelum pesawat melanjutkan penerbangan. Sayangnya, pesawat tetap tidak mampu mencapai tujuan akhirnya.
“Pikiran kami bersama keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang terdampak,” lanjut pernyataan SCAA, menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga.
Upaya Pencarian dan Penyelidikan
Tim pencarian dan penyelamatan dari badan pemerintah Somalia serta mitra terkait telah dikerahkan ke lokasi kejadian. SCAA juga berjanji untuk melakukan penyelidikan mendalam bekerja sama dengan pemerintah guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.
“Kami akan memberikan informasi lebih lanjut segera setelah tersedia,” tegas SCAA.
Identitas Korban
Menurut laporan awal, empat dari lima korban yang tewas merupakan warga negara Kenya. Namun, identitas lengkap mereka belum diumumkan secara resmi.
Pesawat DHC-5D Buffalo yang jatuh ini merupakan pesawat kargo yang sering digunakan untuk misi logistik dan kemanusiaan. Pesawat ini dikenal memiliki kemampuan untuk mendarat di landasan pendek dan kasar, menjadikannya pilihan populer untuk operasi di wilayah terpencil.
Tragedi ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan komunitas penerbangan. Pemerintah Kenya dan Somalia diharapkan bekerja sama untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban serta memastikan keamanan penerbangan di masa depan.
Kecelakaan pesawat kargo Kenya di dekat Mogadishu ini menjadi pengingat akan risiko operasi penerbangan di wilayah yang menantang. Investigasi menyeluruh diperlukan untuk mencegah tragedi serupa terulang