RIAU – Pesawat Pelita Air IP324 mengalami kerusakan pada bagian ekor akibat terjangan angin kencang saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau. Akibatnya, penerbangan menuju Jakarta terpaksa ditunda selama hampir 12 jam.
Kronologi Insiden: Angin Samping Jadi Penyebab Utama
Kejadian ini bermula saat pesawat Pelita Air IP324 dari Jakarta mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru. Angin samping (crosswind) dengan kecepatan 20 knot—dua kali lipat dari batas aman 10 knot—menerjang pesawat secara tiba-tiba. Akibatnya, bagian ekor pesawat mengalami kerusakan signifikan.
General Manager Angkasa Pura II Bandara SSK Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko, menjelaskan, “Batas maksimum seharusnya 10 knot, tapi ada angin yang tidak terdeteksi dan datang tiba-tiba,” katanya, Minggu (29/6/2025).
Setelah pemeriksaan oleh tim teknisi, pesawat dinyatakan tidak layak terbang. Keputusan ini memicu penundaan penerbangan Pelita Air IP325 yang dijadwalkan berangkat dari Pekanbaru ke Jakarta pada malam yang sama.
Penumpang Frustrasi, Tuntut Solusi Cepat
Insiden ini memicu reaksi dari para penumpang yang terlantar di bandara. Dalam suasana yang tetap kondusif, penumpang bernegosiasi dengan pihak maskapai untuk segera mendapatkan pesawat pengganti. “Terjadilah proses negosiasi antara penumpang dengan pihak maskapai dalam suasana kondusif. Penumpang meminta pesawat pengganti walaupun harus menunggu sampai jam 12 malam,” ujar Radityo.
Pihak Pelita Air akhirnya bertindak cepat dengan mengirimkan pesawat pengganti dari Jakarta. Pesawat tersebut tiba di Pekanbaru pada pukul 00.58 WIB dan lepas landas menuju Jakarta pada pukul 01.35 WIB, Minggu (29/6/2025). Untuk meredam kekecewaan, maskapai memberikan kompensasi berupa makanan ringan, makanan berat, dan voucher senilai Rp300.000 yang dapat ditukarkan di Jakarta.
Cuaca Ekstrem: Ancaman Baru bagi Penerbangan
Kejadian ini kembali menyoroti tantangan penerbangan di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Pekanbaru pada hari itu dilanda cuaca berawan dengan potensi angin kencang. Fenomena angin samping yang tidak terdeteksi ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan teknologi prediksi cuaca dan pengawasan penerbangan.
Langkah Maskapai dan Pihak Bandara
Pihak Pelita Air menyatakan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Inspeksi menyeluruh dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan lain pada pesawat. Sementara itu, otoritas Bandara SSK II Pekanbaru terus berkoordinasi dengan maskapai untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Tips Aman untuk Penumpang di Tengah Cuaca Ekstrem
Cek Prakiraan Cuaca:
Selalu pantau informasi cuaca di bandara tujuan sebelum bepergian.
Konfirmasi Penerbangan:
Hubungi maskapai untuk memastikan status penerbangan, terutama saat musim hujan.
Persiapkan Diri:
Siapkan rencana cadangan, seperti asuransi perjalanan, untuk mengantisipasi penundaan.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan bergantung pada kerja sama antara maskapai, otoritas bandara, dan kesiapan penumpang. Dengan langkah cepat dari Pelita Air, penumpang akhirnya bisa melanjutkan perjalanan, meski dengan keterlambatan yang cukup panjang.