Juara dunia bertahan MotoGP, Marc Marquez, melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai masa depan kariernya. Menjelang GP Brasil akhir pekan ini, bintang Ducati tersebut mengaku ragu bisa bertahan di lintasan balap hingga usia 40 tahun, sebuah pencapaian legendaris yang pernah dilakukan rival bebuyutannya, Valentino Rossi.
Valentino Rossi memang menjadi standar emas untuk urusan umur panjang di MotoGP. Memulai karier di kelas 125cc pada 1996, The Doctor baru menggantung helm pada akhir musim 2021 di usia 42 tahun. Sepanjang kariernya, Rossi mengoleksi 9 gelar juara dunia, termasuk 7 gelar di kelas utama. Ia bahkan masih sanggup naik podium di usia 41 tahun, sebuah fenomena yang jarang terjadi di dunia balap modern.
Marquez: “Jangan Khawatir, Saya Tak Sampai 40”
Dalam sebuah sesi wawancara mendalam di acara Estrella Galicia 0,0 baru-baru ini, Marquez yang kini menginjak usia 33 tahun berbicara terbuka mengenai daya tahan fisiknya. Musim 2026 ini merupakan tahun ke-14 Marquez di kelas premier.
“Anda harus menimbang semuanya,” ujar Marquez saat ditanya mengenai sisa waktu kariernya. “Saya baru 33 tahun dan berharap bisa memperpanjang karier selama mungkin. Tapi ingat, saya telah menjalani banyak operasi.”
Karier Marquez memang sempat terhantam badai cedera lengan serius pada 2020 yang memaksanya naik meja operasi sebanyak empat kali dalam dua tahun. Meski ia berhasil menyamai perolehan 7 gelar MotoGP milik Rossi (di usia yang dua tahun lebih tua dari Rossi saat mencapainya), Marquez sadar tubuhnya memiliki batasan.
“Saya tidak akan sampai ke usia 40, jangan khawatir,” tegas pembalap asal Spanyol tersebut.
Tekanan di GP Brasil
Pernyataan ini muncul di saat Marquez sedang berjuang memangkas jarak 23 poin di klasemen sementara setelah pembukaan musim yang campur aduk di Thailand.
Di Buriram lalu, nasib sial menimpa sang juara bertahan. Ia kehilangan kemenangan Sprint Race akibat penalti kontroversial setelah manuver agresif terhadap Pedro Acosta. Kesialannya memuncak di balapan utama saat roda belakang motornya mengalami kegagalan fatal usai melindas kerb di Tikungan 4, memaksanya pulang tanpa poin.
Kini, di aspal Brasil, Marquez harus membuktikan bahwa meski ia tak berencana balapan selamanya, ambisinya untuk meraih gelar juara dunia kedelapan masih membara dengan sangat hebat.