Setelah sempat bungkam dan memperketat pengamanan informasi, otoritas China akhirnya merilis pernyataan resmi pertama terkait insiden mengerikan jatuhnya pesawat kecil di CITIC Tower (China Zun), Jumat (26/6) sore. Pemerintah mengonfirmasi bahwa tragedi di gedung 108 lantai tersebut memakan korban jiwa dan luka-luka.
Pernyataan yang dirilis oleh otoritas Distrik Chaoyang melalui platform WeChat pada Sabtu (27/6/2026) mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi tepat pada pukul 17.55 waktu setempat.
Kesaksian di Lapangan: Lubang Menganga di Lantai Atas
Meskipun aparat keamanan bergerak cepat mengisolasi area, sejumlah fakta di lapangan berhasil dihimpun oleh jurnalis AFP di lokasi kejadian. Panel kaca di lantai atas gedung setinggi 528 meter tersebut tampak hancur dan menyisakan lubang besar akibat hantaman.
Komponen yang diduga kuat merupakan bagian dari bodi pesawat ringan tersebut berserakan di trotoar dan dasar gedung pencakar langit yang menjadi markas konglomerat milik negara, CITIC Group.
Rekaman video amatir memperlihatkan armada pemadam kebakaran bergegas menyemprotkan air ke arah titik api kecil di bagian struktur bangunan yang menjorok dekat permukaan tanah.
Pengamanan Ketat & Blokade Informasi Memicu Kecurigaan
Hingga saat ini, kepolisian Beijing masih menutup rapat ruas jalan di sekitar area pusat bisnis tersebut dengan mengerahkan puluhan mobil patroli dan ratusan personel siaga.
Ketegangan sempat meningkat ketika petugas di lapangan bersikap sangat represif terhadap dokumentasi publik. Warga dilarang keras mengambil foto atau video, bahkan mereka yang kedapatan sempat merekam momen pasca-kejadian dipaksa langsung untuk menghapus filenya di tempat.
Tindakan sensor yang super agresif ini langsung memicu gelombang spekulasi dan pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah insiden ini murni kecelakaan teknis, atau sebuah aksi teror yang disengaja?
Publik global pun ikut menaruh atensi besar pada kasus ini. Beijing dikenal memiliki regulasi dan sistem proteksi wilayah udara urban yang paling ketat di dunia demi alasan keamanan nasional. Aktivitas penerbangan sipil sekecil apa pun umumnya dipantau berlapis oleh radar militer.
Bagaimana sebuah pesawat ringan bermesin tunggal bisa lolos dari pengawasan dan menghantam ikon ibu kota China kini menjadi teka-teki besar yang sedang diusut tuntas oleh tim penyelidik khusus pemerintah.