JAKARTA – Perdana Menteri Irlandia, Michael Martin, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan mematikan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, yang dinilai melanggar perjanjian gencatan senjata dengan kelompok Hamas. Pernyataan itu disampaikan Martin melalui platform media sosial X pada Rabu malam (29/10/2025).
“Saya mengutuk keras serangan di Gaza yang dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk 46 anak-anak. Saya mendesak semua pihak untuk mematuhi dan melaksanakan perjanjian gencatan senjata serta menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza,” tulis Martin.
Ia menyoroti jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar sebagai tragedi kemanusiaan. Menurutnya, hilangnya nyawa tak berdosa adalah sesuatu yang “benar-benar menyedihkan,” dan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional.
“Semua pihak perlu menghormati komitmen yang telah mereka buat dan bekerja untuk memastikan bahwa elemen-elemen lain dari rencana ini dapat terus berjalan. Terlalu banyak orang yang telah menderita dan meninggal,” lanjutnya.
Pernyataan Martin muncul setelah laporan Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa lebih dari 100 warga Gaza, termasuk 46 anak-anak, tewas akibat serangan Israel sejak Selasa malam. Serangan tersebut juga melukai 253 orang lainnya, termasuk 78 anak-anak dan 84 perempuan.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, total korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza mencapai sedikitnya 211 orang, dengan 597 lainnya mengalami luka-luka. Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023, serangan Israel di wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 68.600 orang dan melukai lebih dari 170.600 lainnya—mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.