Goncangan hebat melanda internal Pentagon. Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat, John Phelan, resmi didepak dari jabatannya pada Rabu waktu setempat. Drama pemecatan ini terjadi di tengah ketegangan tinggi antara dirinya dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta hubungan “jalur khusus” Phelan dengan Presiden Donald Trump.
Jalur Belakang dan Reformasi yang Lamban
Hegseth dikabarkan merasa terganggu dengan lambatnya Phelan dalam menjalankan reformasi pembangunan kapal perang. Namun, faktor yang lebih personal juga bermain: Hegseth merasa Phelan sering melangkahi wewenangnya dengan berkomunikasi langsung kepada Presiden Trump—sebuah tindakan yang dianggap merusak hierarki komando.
Ketegangan mencapai titik didih dalam pertemuan di Gedung Putih pada Rabu siang. Trump yang juga frustrasi dengan progres pembangunan kapal, setuju dengan Hegseth bahwa Angkatan Laut butuh kepemimpinan baru yang “lebih cepat”. Trump kemudian memerintahkan Hegseth untuk “mengurusnya”.
“Mencari Suaka” ke Ruang Oval
Drama sempat berlanjut saat Phelan menerima pesan untuk mundur atau dipecat. Merasa punya hubungan dekat dengan Presiden karena pernah menggalang dana jutaan dolar untuk kampanye Trump, Phelan tidak percaya bahwa perintah itu datang dari Trump sendiri.
Phelan bahkan nekat datang ke kompleks Gedung Putih, mondar-mandir di Eisenhower Executive Office Building untuk mencari konfirmasi dari rekan-rekannya. Ia bahkan sempat menunggu di lobi West Wing untuk bertemu langsung dengan sang Presiden. Pertemuan singkat pun terjadi, namun hasilnya pahit: Trump mengonfirmasi secara langsung bahwa Phelan memang harus pergi.
Sebagai pengganti sementara, Wakil Menteri Hung Cao akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut. Pemecatan Phelan merupakan yang pertama di level menteri angkatan di bawah kepemimpinan Trump kali ini, meski sebelumnya Hegseth sudah banyak mendepak perwira senior militer lainnya.
Selain masalah kinerja, Phelan sebelumnya juga sempat disorot karena namanya muncul dalam manifes penerbangan pesawat milik Jeffrey Epstein pada tahun 2006. Meskipun kerabat dekatnya berseloroh bahwa Phelan tidak tahu menahu soal pemilik pesawat tersebut saat itu, isu ini sempat membayangi reputasinya selama menjabat sejak 2025.
Kini, di tengah operasi militer krusial di Selat Hormuz yang telah menghadang 31 kapal Iran, Angkatan Laut AS harus menavigasi krisis kepemimpinan ini demi ambisi “America First” yang dicanangkan Trump.